Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

mendekati songkran

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/31/2004

mendekati songkran. kegilaanku pada malam semakin suram. terlalu panas. aneh, bangkok, jika kau mengukurnya dalam kamar, mempunyai siang yang lebih sejuk dari malam.

sontak kenangan pertama datang mengiang. di manakah mang? apakah warnet di soi yung sudah tutup sekarang? berapa lama aku tak mencermati chang? apakah ka yom masih punya hati ayam?

satu tahun delapan bulan lalu aku begitu sayang dengan orang-orang. siapa tidak jika seseorang dikepung hangat oleh teks-teks merah yang merayakan hidup?

aku akan kembali, berputar-putar lagi.

Huh

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/25/2004

“Nothing can bring back the hour

Of splendor in the grass,

Of glory in the flower.”

She said

Begitu sulit ketika bahasa ketiga tak pernah keluar dari relung ekonomis

Mungkin semua serpihan perasaan ditata dan didirikan sebelum kita berumur 12 tahun.

Lalu bagaimana untuk membalas?

Apa harus selalu aku katakan:

When you kiss my trembling shadow in the air,

Do you see the blood there?

Selalu seperti itu.

wahyu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/19/2004

menjadi aneh dan lentur adalah masalah besar bagiku. tak tahu, mungkin lingkungan, didikan, ajaran, atau bawaan. yang pasti, aku cukup kaku, seperti logika formal, seperti determinisme materialis. aku selalu mempunyai seperangkat alasan, entah itu datang awal atau belakang. aku selalu menagihnya kepada lain orang, seperti anak kecil yang cerewet dan sok pintar.

kadang-kadang, ini membuatku jadi otoriter. aku tak gampang memahami orang yang berkirim surat berantai, bertukar kartu elektronik, dan lain-lain. namun cobaan itu datang, teman hidupku sendiri ternyata penggemar ‘kegiatan-kegiatan tak perlu’ semacam itu. aku juga kini hidup ditengah-tengah masyarakat yang begitu menghargai bir.

aku cukup berubah. sebenarnya, aku selalu berubah satu mili, satu kilo, satu derajat, silahkan sebut sendiri berbagai ukuran di dunia. bukankah aku pernah menulis, kadang-kadang dalam satu hari pikiranku bisa berubah lebih dari 400 kali?

Ini bukan berarti aku suka perubahan. kegiatanku dalam satu hari seperti ritual agama. tanpa variasi. aku hanya tak bisa melepaskan diri darinya. tentu ilmu bertahan tertua di dunia adalah… berusaha mencintainya.

suka berhenti

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/11/2004

pernahkah kamu merasakan bahwa waktu terasa begitu lapang, namun, kau tak punya hati untuk bangkit dan menyelesaikan yang tertunda, dan, kau memilih memusatkan segala sesuatu ke asbak, kasur, dan cd rom-mu? berapa kali dalam seminggu? berkat atau cobaan? cinta atau dendam?

salah satu hal tersulit di dunia adalah memulai dan tak mau berhenti. paku apa yang sanggup memancangku lama pada kewajiban? sementara pertanyaan memukul mukaku berulang kali: apa benar ini kewajiban? kenapa ini kulakukan? bukankah masa muda sudah setengah hilang? masa depan? bah! ini alasan yang buruk. bekerja untuk masa sakit, bekerja untuk menyamankan masa menunggu. apalagi yang jauh lebih konyol?

perempuan, kah? ini jauh lebih buruk, meski lebih masuk akal, dengan catatan, kata di depan mengandung makna jamak.

siapa yang tak suka daging?

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/05/2004

siapa yang tak suka daging, acungkan tangan! apa arti capaian tinggi, jika tak bisa menepuk beberapa dada? jika aku baca lagi esok hari, mungkin sudah tak baik lagi. tugas-tugas semakin mengganggu, membuatku lurus dan kaku, malu kepada kemurahanku. sendiri…sendiri…. punyaku sendiri.

akhir-akhir ini, empat film satu hari. lari dari pasar ke pasar, dari lampu ke lampu, gugup dan terantuk jendela, mencari daging, mencari daging, melumat daging, melumat daging.

siapa yang tak suka daging, angkat tangan!