Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

Olivia

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/30/2004

Olivia, apa yang kau cari?

Berputar-putar kesana-kemari.

Olivia, Olivia, apa yang bisa kubantu?

Lira hilang atau otakmu?

Olivia, Olivia, mari duduk sebentar.

Hisap kaleng ini dan dengar.

Olivia, Olivia, hati-hati.

Banyak orang jahat di lorong ini.

Berpura-pura simpati.

Berpura-pura membantu.

Tiga puluh detik kemudian

Membiusmu.

Obituari Hilang

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/28/2004

Jancok sekali. Lagi tegang-tegangnya ngedit obituari untuk temanku, tiba-tiba separuh dari tulisan itu hilang. Di control Z juga nggak kembali. Aku pikir cuma masalah dengan halaman web editor, karena ada peringatan ‘error on page’. Mungkin belum sempat muncul utuh keburu ada gangguan jaringan. Terus aku publish tulisan yang nggak utuh itu dengan harapan menemukannya utuh kembali di halaman web index beserta dengan editan yang sempat kulakukan.

Eh, nggak ada. Waktu masuk lagi ke halaman web editor, tulisan itu malah hilang sama sekali. Sama sekali. Seolah-olah ada yang menghapusnya dari halaman posting.

Uh, Mas Herry, aku cuma ingin mengenangmu. Maaf kalau kau terganggu.

duel

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/24/2004

dia tertidur di kaki musuhku

kemudian merambat ke perutnya

dan kau tahu apa yang sempat

dilewatinya

sebuah bentakan harimau

sekotak kesimpulan

dari penungguan panjang

kini aku bisa berduel

dengan semacam alasan

musuhku berseru,

aku akan mendahului menyerang

mulai dari sekarang

sebab kau punya pedang

yang lebih panjang

aku berlari ke kamar terdekat

menyelamatkan diri

mengintip-intip keluar

di manakah musuhku mengintai

dua-tiga jam berlalu panjang

aku tak bisa menunggu

lebih lama lagi

meski mati nanti

tertusuk musuhku

yang menunggu

di balik pintu

brak!

tak ada bacokan,

tak ada tusukan,

musuhku menghilang!

seperti dikejar topan

aku berlari ke kamar bibiku

di mana kusimpan pedangku

yang panjang

lalu aku kembali

dengan percaya diri

kulihat musuhku datang

terengah-engah

katanya, aku pergi untuk sesuatu

tubuhku sudah tolak segala besi

ayo, cobalah tepat di ulu hati

tak kuturuti

kubacok lehernya

tiga kali

dua di kanan

satu di kiri

tak berdarah

tak terkelupas

setan alas!

secepat kilat

kuingat

sebuah mantra sakti

tetangga tuaku

tiga puluh sekian tahun lalu

algojo BTI dan Gerwani

di kecamatan merahku

cres! cras!

tersenyum kecut dia

kehilangan seperempat

percaya diri

namun,

sesudah 80 sayatan

tanpa balas, tanpa lawan

ajaib,

belum luruh ke tanah

belum putus dari badan

hanya darah

hanya darah

seperti menebang beringin tua

pasti tumbang

namun pelan

lalu dia datang

dengan sepucuk pistol di tangan

kenapa tak dari tadi, sayang?

menghibur diri

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/02/2004

melakukan penelitian ternyata begitu mengasyikkan. kecuali tentang biaya fotokopi questionnaire dan kaset interview, tentu saja. aku sering membayangkan diriku sebagai pria parobaya dengan jenggot serumit sarang tawon. melihat kesana-kemari. menginterogasi orang tentang ini dan itu.

melakukan penelitian juga begitu membanggakan. setiap bertemu kawan lamaku dan ditanya apa yang aku kerjakan, aku selalu menjawab sedang melakukan penelitian. dan mata mereka redup seketika. dan mataku membelalak saat itu juga. setelah itu aku nyerocos tak karuan tentang teori dan metodologi. aku merasa menang ketika mereka minta diri.

melakukan penelitian juga…. jancok tenan!