Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

gembira. titik. sedih. titik.

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 11/24/2004

ternyata tak seperti yang kubayangkan sebelumnya. aku merasa biasa-biasa saja. tak terlalu gembira, juga tak terlalu sedih. gembira. titik. sedih. titik.

ha-ha, ini mengingatkanku pada seorang dosenku, yang sempat jadi bosku sekitar setengah tahun. dia pernah mengaku padaku bahwa dia tak pernah merasakan perasaan yang ekstrem. pada waktu mendengar kalau dia menerima beasiswa ke california, dia gembira. titik. pada waktu kehilangan seluruh tasnya di bandara jfk, dia sedih. itu saja.

“mungkin karena itu aku awet muda, dewey!” katanya.

ya, dia tak mengada-ada. perawakan dan wajahnya dari dulu seperti itu-itu saja. masih pantas dandan kaya michael jackson. michael jackson tahun 80-an, maksudku.

bisa ditiru.

menghitung mundur

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 11/15/2004

waktuku sudah tiba

terjemput

diantar

dan kembali melangkah

sedia?