Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

hidup sekarang

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/23/2005

mungkin aku sudah pernah menulis di sini bahwa aku mempunyai masalah penundaan. dan ini masih berlanjut sampai sekarang. tapi ada perbedaan fundamental dari penundaan yang dulu dan sekarang. kalau dulu aku selalu menunda karena malas. kalau sekarang, kalau boleh nyombong dikit nih, karena kekurangan waktu.

ya, aku cukup sibuk sekarang, kawan-kawan. aku sudah mulai bekerja. cari uang sendiri. masa sekolah yang begitu haru-biru telah meninggalkanku. pekerjaanku sederhana: jadi guru bahasa inggris. untuk semester pertamaku ini aku mengajar empat kelas dalam satu minggu, yaitu writing 3, english for academic purposes, extensive reading a dan b. mengajarnya sendiri tidak terlalu merepotkan. tapi persiapannya yang panjang seperti bikin handouts, cari materi, games, bikin assignment instruction, dst.

sebenarnya bisa saja aku tak melakukan segala tetek-bengek itu. bisa saja aku mengikuti textbook seperti yang lain. bisa saja cuma ceramah selama dua jam. tapi kebetulan karena aku sekolah dulu di bidang tekhnik mengajar, rasanya nggak enak sendiri kalau mengamalkan tekhnik-tekhnikku. untuk itu butuh persiapan yang matang.

selain mengajar aku juga membimbing skripsi. cuma satu sampai saat ini:). tapi lumayan sudah dapat kepercayaan. anak bimbingku ini rajinnya nggak ketulungan. belum selesai aku periksa satu section, dia sudah datang kembali dengan section lainnya. begitu terus.

bukan itu saja, aku juga harus menangani dua proyek bantuan tpsdp ke unitku. proyek tersebut adalah membuat kegiatan-kegiatan belajar (bahasa inggris) informal dan merancang forum akademi rutin.

nah, apakah sudah terlihat sibuk benar? 🙂

sekarang agak sulit untuk menulis fiksi atau menerjemahkan tulisan-tulisan trotsky, dua kegemaranku sejak kuliah s1 dulu. sejak desember sampai sekarang baru tiga cerpen yang aku hasilkan. dan kualitasnya masih segitu-gitu aja. aku juga harus menunda penerjemahan pamflet trotsky yang berjudul “fasisme: apa dan bagaimana untuk melawannya?” padahal aku sudah janji ke bung halim hade di solo untuk menyelesaikan secepatnya terjemahan itu. biar bisa ditawarkan ke seorang penerbit.

tiba-tiba aku teringat slogan blognya onie cs: “selain memberontak, setiap manusia punya hak menghindar sejenak dari mesin kapitalisme.”

akur.

kebodohan massal?

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/22/2005

apakah yang menyebabkan seuntai tanda dianggap menjadi lebih indah dari untaian-untaian tanda lainnya meskipun seuntai tanda itu jauh sangat tidak berguna dibanding untaian-untaian lainnya itu? apakah benar bahwa untaian yang pertama itu sanggup membasuh mata, men-defrag otak, dan akhirnya membuat dunia yang makin lama makin begini saja ini menjadi berwarna? apakah untaian-untaian lainnya tak mampu melakukannya sebab dikutuk jujur sejak awalnya?

kebodohan massal?

mama sakit

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 03/04/2005

mama sakit
masuk rumkit
hidup sulit

terjepit