Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

kesasar

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 04/27/2005

setelah berjuta lupa, pada sebuah siang bolong-bolong minggu lalu, aku tiba-tiba teringat sebuah rencana yang begitu sering tertunda: membuat milis untuk kesasar, kelompok studi selasar, kelompok studi seni dan budaya setengah fiktif yang kami, mahasiswa jurusan sastra inggris uk. petra, bersama-sama dirikan beberapa tahun yang lalu.

dan, entah kenapa, aku tak lagi menundanya.

saat diminta untuk menempatkan milis ini, tanpa berfikir panjang aku taruh di ‘intelcectual’..wakakakakak. tapi aku sempat tertahan cukup lama saat diminta mendeskripsikan kesasar. apa ya? akhirnya, sebagai orang yang begitu mengagumi kekuatan retorika, aku tulis: “jaringan lulusan uk. petra yang bergerak di bidang seni dan kebudayaan”…wakakakak. ah, semoga seperti itu.

untuk kali pertama aku undang beberapa kawan yang kebetulan alamat e-mailnya masih nongkrong di mailku. khusus untuk dua orang, gerry dan onie, aku tidak mengundangnya lagi; tapi langsung menambahkan email mereka ke list secara semena-mena. masalahnya bukan aku tak menghargai hak mereka untuk menolak. cuma aku sudah nggak ada sungkan lagi sama mereka…he…he…he…

terus aku buat posting pertamaku. besoknya, aku melihat berbagai posting yang lain telah bermekaran kesana dan kemari. senang sekali. aku yakin kawan-kawan merasakan hal yang sama. kita saling merindu, bukan?

tak disangka dan tak dinyana, ada berita lain yang lebih menggembirakan. kawanku itu, ya, si onie, telah membuat sebuah web untuk menampung drodosan ide-ide seni dan kebudaayan kami yang tak pernah kering meski sering banget garing (beda lho?!). onie, onie, kapankah kamu berhenti mengejutkanku.

sekian dulu testimoni bersejarah ini. yang pasti aku lagi merasa awet muda sekarang ini.

akhir minggu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 04/01/2005

di sini waktu berlalu dengan cepat. tiba-tiba jumat. tiba-tiba jumat. dan tiba-tiba lagi jumat. bebrapa orang mengatakan: jika kita merasa demikian, itu tandanya kita sedang berbahagia. bisa juga seperti itu.

namun bisa juga tidak. bagaimana dengan orang yang akan dihukum mati? seperti astini? bagi kebanyakan mereka waktu berlalu cepat, bahkan terlalu cepat. dan mereka tidak sedang berbahagia.

jadi, di mana aku berada? dalam kebahagiaan atau tengah menunggu ajal datang?

sekarang hari jumat. aku ingin cepat pulang.