Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

akhir minggu ketiga

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/30/2005

sorenya makan malam di kingscross sama kawan-kawan korea. setelah itu pergi ke city. beberapa memilih jalan sambil menurunkan isi perut. yang lain, termasuk aku, ikut mobil jang seob.

sidney, kota, di akhir minggu benar-benar gila. heboh. rame. ada mobil nyungsep masuk ke bar. kita pergi ke sebuah pub. aku lupa bawa paspor. untung aku bawa sim indo sama ktp. dan setelah itu berpindah ke pub yang lain, yang lain lagi, yang lain lagi, yang lain lagi. aku lupa berapa banyak pub yang kita masuki. lha wong gratis masuk. nggak beli minuman pun nggak apa-apa. sempat ditolak masuk di beberapa pub karena pake sneakers dan t-shirt.

sampai pagi hari. sebenarnya ingin pulang sekitar pukul 2. tapi sudah tak ada kereta. so aku terus ikut mereka menjelajah. setelah lumpuh, kita pergi ke cafe menunggu kereta pertama. semua sudah ngantuk. ada yang baca majalah. ada yang ngisi tts, ada yang ngerokok. yang terakhir itu aku.

sampe bondi junction belum ada bis. terpaksa jalan ke rumah. sampe di rumah semua sudah pada bangun. bikin milo, ngerokok sebatang, terus tidur sampe sore!

bangun, mandi, nonton tv. tak lama kemudian manuel, margie, dan jasmine datang. bawa banyak makanan dan minuman. ternyata ada pesta di rumah! minum lagi, dance lagi. terus tidur.

pagi bangun. hujan turun. nyuci baju. nunggu hujan reda. nggak reda-reda juga. pergi ke pantai. belum reda juga. tercangkul di mcd. bikin assignment. capek di mcd. pergi ke internet. nulis entri ini.

jum’at, minggu ketiga

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/28/2005

jika kertas membuatmu luka
biarkan kereta dan botol limun bercerita…

nggak kuat…mas

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/25/2005

ketika baru saja tiba di sini, aku berikrar kepada pantai bondi bahwa aku akan menulis jurnal secara rutin. makanya aku pake heading ‘hari kesatu’, ‘hari kedua’, ‘hari ketiga’, dan seterusnya. pada awalnya tidak ada masalah. bahkan rasanya sedikit ketagihan. mungkin karena masih banyak yang bisa aku ceritakan karena segalanya masih tampak baru bagiku.

namun seiring waktu, seiring dengan semakin berhasilnya aku beradaptasi, seiring dengan semakin suksesnya aku menciptakan kerutinan-kerutinan, semakin sedikit yang bisa kuceritakan. pada saat yang sama kesibukan menderaku seperti tentara jepang menghadapi pekerja romusha yang tak kunjung turun berat badannya.

maka aku mulai kehilangan hari. satu hari. dua hari. tiga hari. dan seterusnya. tapi, demi tuhan, aku tidak akan pernah berhenti menulis. aku hanya akan menulis lebih jarang. lebih sedikit. hanya ketika aku menemukan hal baru yang mendebarkanku.

minta rokok

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/25/2005

ternyata bukan orang indo saja yang suka nyadong rokok…hehehe….sudah tiga kali ini ada bule nyadong rokok ke aku. modus operandinya hampir sama….sampe bikin aku ngakak sendiri. pertama datang. terus ngajak ngomong. sok akrab, you know. tanya dari mana. kalau tahu dari indonesia langsung cerita pengalamannya di bali. dan, akhirnya minta bagi rokok. setelah itu cabut sambil panggil aku ‘sir’.

hari keempat

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/17/2005

mulai pagi sampai siang nggak ada yang istimewa. semua berlalu seperti hari-hari sebelumnya. aku sering berkata bahwa aku mempunyai kelebihan untuk menciptakan kerutinan-kerutinan. aku bukanlah seorang petualang yang selalu siap dan gila dengan tantangan-tantangan yang baru. aku selalu merasa kurang aman ketika berada di tempat yang baru atau melakukan hal yang baru. aku lebih mirip seoraing ibu atau bapak rumah tangga yang lihai membangun sangkar emas, puri emas, atau benteng emas. suka di dalam sambil menghibur diri bahwa ini adalah tempat terbaik di dunia atau hal terbaik yang orang lakukan. oleh sebab itu setiap hal baru yang harus kuhadapi akan kutaklukkan dengan sekuat tenaga menjad kerutinan dan pada akhirnya hal yang lama. pria yang membosankan, bukan?

cukup dengan refleksi. kembali ke hari keempat. setelah makan siang, aku mempersiapkan diri untuk teaching practice besok. aku bekerja dalam kelompok. ada tiga orang dalam kelopokku. joong seob, hi jien, dan aku sendiri. yang kami harus ajar besok adalah kosakata terutama kosakata yang berhubungan dengan air travel. kami mempersiapkan role play. situasinyan di bandara. aku jadi petuga check-in counter dan declare. yang lain jadi travelernya. dari role play itu kami mulai masuk ke activity-activity untuk students.

sampai latihan berakhir aku masih merasa kurang sreg. ada sesuatu yang rasanya kurang. aku tidak tahu apa itu. tapi yang lain merasa asyik-asyik aja. mungkin aku terlalu perfeksionis. mungkin karena ini ajang pembuktianku yang pertama di tempat ini. kamu tahu betapa percayanya aku dengan kedigdayaan kesan pertama.

setelah itu aku tetap tinggal di kampus. kedua kawanku pamit pulang. aku masih harus membalas belasan email dari murid-muridku kelas writing 1. waktu akutinggalkan mereka masih punya satu assignment tersisa. aku merasa nggak adil kalau nggak melihat dan memberi input sebelum mereka mengumpulkan tanggal 20 nanti. jadi, aku suruh mereka mengirim draft-draft mereka ke emailku.

aku balik ke rumah sekitar pukul enam seperempat. kemudian kerutinan baru yang lain datang: makan malam dengan the carcass. ternyata aku salah. malam itu makan malamnya begitu isitmewa. mereka mengundang beberapa kawan dekat mereka. acaranya farewell party untuk salah seorang kawan mereka yang akan ke spanyol. entah untuk urusan apa. namanya: the beautiful sam. orangnya emang cantik. untuk kriteria bule tentunya. kalau untuk aku, joko sidoarjo, ya biasa-biasa aja. boleh kasih poin tujuh.

margie masak pasta yang uueeennaaakkk sekale. terus ada sampanye dan wine. wis, bakat mabukku langsung mendongak seperti ular kobra. setelah sekian lama….hehehe. untunglah (atau, sialnya) kok aku kepikiran punya hutang jurnal yang harus kumpul besok (kami harus mengumpulkan jurnal tiap hari jumat). jadi minum nggak banyak-banyak. setelah makan, kami menyanyi dan berdansa-dansi. pengalaman pertama mengikuti pesta bule. gila-gilaan. rame banget. margie yang selama ini kulihat sebagai ibu rumah tangga sejati bisa berubah menjadi gadis belasan tahun. lompat sana-lompat sini, rebutan mik sama anaknya, teriak-teriak….pokoke seru!

setelah itu kerutinan yang lain: menutup pintu kamar, membuka baju, mematikan lampu, menarik selimut, dan meniti tangga surealita. zzzzz….zzzzz….zzzz

hari ketiga

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/13/2005

hari ketiga aku bangun lebih siang dari hari kedua. melakukan ritual yang sama. tapi waktu mau keluar untuk minum kopi en ngerokok ternyata hujan. yach, batal deh ngopi outdoor. aku ambil jaket dan berangkat ke sekolah. hujan tambah lebat. akhirnya aku menyerah. dan untuk pertama kali, saudara-saudara, aku naik bus di australia. kemalasan telah mengalahkan ketakutan. aku tanya orang lewat bagaimana untuk naik bus. dia menunjukkanku sebuah bus stop dan menyuruhku membeli tiket di mini mart belakang bus stop itu. harganya 32 dollar untuk satu minggu!

dan aku dapat bus tidak lebih dari 2 menit kemudian. untungnya banyak barengan; jadi bisa tahu bagaimana memasukkan tiketnya ke kotak tiket….hehehe. sekitar 7 menit kemudian aku sudah tiba di bondi junction, terminal terdekat dari kampusku. sejak itu semangatku untuk jalan melayang…hehehe lha uenak numpak bus. cepat dan nggak capek. kalo jalan sampai 45 menit dan jalannya naik turun.

sekolah makin banyak tugas. bikin ini dan itu. oya, sekolahku hampir tiap hari. kaya di petra. hanya sabtu dan minggu libur. padahal sebelumnya aku pikir pertemuannya bakal 2-3 hari seminggu. jam belajar mulai 09.00-15.15. wis, pokoke kaya kuliah s-1 lagi. jadi belum punya kesempatan untuk jalan-jalan sampai sekarang. bahkan ke pantai bondi yang cuma berjarak 2 kilo pun belum.

aku break makan siang sama joong il…hehehe…calon gebetan si vera (ver, aku sudah bilang ke dia kalo ada cewek indo mau kenalan. dan dia bilang looking forward to it). kita pergi ke foodcourt. dia bawa makan siang sendiri sedang aku beli setangkup burger di mcd. kita ngomong banyak soal dirinya. si joong il ini tengah mengembara. dia sudah hampir lulus dari jurusan akuntansi di korea sana. dia ngambil cuti, travel, dan cari pengalaman kerja. dia ikut seorang pendeta korea. joong il sudah pernah bekerja sebagai kuli, tukang cuci piring, dan lain-lain untuk membiayai travelnya. joong il cerita kalo dia sudah punya pacar di korea sebenarnya. si cewek nih guru tk. tapi dia merasa sudah kaya nggak pacaran sekarang. dia nggak tahu apakah pacarnya masih sayang sama dia; apakah masih seti dengan dia. sudah jarang telpon dan nggak pernah ngemail lagi. so, come on, girls!

aku pulang agak sore. harus balas e-mail anak-anak writing. pulang naik bis lagi. aku turun sebelum waktunya. takut kebawa sampai tengah kota. ternyata masih kurang satu kiloan dari rumah manuel. sampai rumah aku langsung bikin assignment. setelah selesai aku suruh si jen untuk check grammarnya…hehehe…anak smp ngecheck grammar arek ma. ternyata jen belum tahu beberapa kata. margie ikut bantu. setelah itu makan malam. margie masak nasi. sayangnya lauknya kurang sesuai dengan seleraku. aku makan cukup sedikit.

setelah itu aku berdua saja dengan manuel. margie dan jen menghadiri sebuah pesta (jes? baru sekali saja aku bertemu dia. entahlah dia di mana. mungkin sekolah di asrama). manuel main play station rugby. katanya itu untuk terapinya…hehehe. kita ngomong banyak soal indonesia sama australia. tentang corby, tentang bom bali, tentang aborigin, tentang kelas pekerja australia. kita juga ngomong tentang negara nenek moyangnya, yunani. sudah 25 tahun dia tidak berkunjung ke sana.

setelah itu kita nonton tv. channelnya buuuuaaaaaannnnnnnyaaaaaaak sekale. kita pilih nonton thai boxing. nah, di sini aku juga bisa ngomong banyak. khan aku pernah di thailand dan lihat pertandingan thai boxing langsung di stadion lumpini. sayangnya nggak lama. manuel sudah ngantuk dan pamit tidur. aku terus lihat discovery channel sampai margie dan jen tiba. kemudian aku masuk kamar. mendekati meja belajar, menaruh jari di tombol lampu duduk, dan….

FLAP!

hari kedua

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/12/2005

hari kedua jauh lebih baik dari hari pertama. aku bangun pagi dengan tubuh segar. masih belum ada yang bangun. ke kamar mandi. main air. kedinginan. kembali ke kamar. berpakaian. ke dapur. coba bikin kopi tapi nggak bisa pake mesinnya. akhirnya aku pilih milo saja. pergi ke luar dekat kandang anjing, minum milo. ngerokok. telpon orang optus minta mereka mengaktifkan nomor mobileku.

setelah itu aku berangkat sekolah. karena masih belum tahu bagaimana naik bus, aku pilih jalan lagi. tapi kali ini aku sudah nggak kesasar lagi. sampe sana masih pukul 08.00. masih satu jam lagi. aku pergi ke seven eleven dan beli coke. itulah saat pertama aku membelanjakan dolarku, yang sungguh sedikit. setelah itu duduk-duduk, ngerokok, dan minum coke. aku juga sms romo tetra ngajak ketemuan senin depan. beliaunya lagi di brisbane.

waktu masuk kelas masih belum ada orang. aku tinggal ke toilet. waktu balik sudah ada beberapa. aku ajak mereka kenalan. soalnya kemaren khan aku belum kenalan sama sekali gara-gara datang terlambat. semuanya baik. kemudian mulai pelajaran. semua schemataku tentang elt serasa bangkit dari tidur panjang. aku belajar banyak hal praktis hari ini. performanceku cukup lumayan. maklum, hanya aku satu-satunya yang pernah ngajar. hehehe….ironi sejarah. dulu di thailand hanya aku satu-satunya yang belum mengajar. tiba-tiba aku merasa tua.

aku punya calon kawan dekat. namanya joong il. kaya presiden korut, yach?! emang dia orang korea. tapi yang bagian selatan. oya, sampe lupa, seluruh penghuni kelasku orang korea kecuali dua orang saja. dua orang itu adalah satu anak jepang dan satu wong indo (aku). kembali ke joong il. joong il ini tampangnya kaya bintang film korea yang biasa kita saksikan tiap sore. tapi anaknya pemalu. lagaknya….hmm…kayak siapa ya….oooo kaya si johan gitaris kesasar itu…hehehe. bahasa inggrisnya juga lucu. aku akan laporkan lebih jauh tentang dia kalo lebih dekat nanti.

kemudian pulang. nggak kesasar. sudah mulai hafal. sampe kamar nyoba nyetel video, tapi nggak bisa. minta bantuan manuel. eh ternyata cuma perlu digebrak tutupnya…hehehe…pasti beli di bali tuh video. nonton nutty prof. hampir ketiduran terus dibangunin margie diajak makan malam. ada kawan-kawan keluarga itu datang. salah satunya mahasiswa sepertiku dari slovakia. namanya kalo nggak salah bachnya. menu makan malamnya barbeque khas australia. pitik’e guuedhe-gudheee, rek. rasanya okay. setelah itu nyoba ngerjain pr di kamar. sayup-sayup dengar mereka baca-baca sesuatu bergantian. ini mengingatkanku ke persekutuan keluarga gereja. tapi mereka putar kaset irama arabia.

ternyata benar. mereka tengah beribadah. dan kalian tahu apa agama mereka? sekte yehova. ini aku temukan setelah mereka selesai dan aku ikut bergabung lihat tv. aku tanya si margie buku apa yang mereka baru baca. dia bilang bible. tanpa aku tanya dia langsung bilang kami sekte yehova. apa kamu pernah dengar? aku jawab ya. ini juga populer di negaraku. dia tampak senang. aku senang juga karena merasa dapat kesempatan melihat bagaimana orang-orang sekte ini, yang selama ini dianggap miring, hidup.

tamu pulang. keadaan bertambah sepi. jen dan jes sudah masuk kamar lebih dulu. margie menyusul 15 menit kemudian. dan akhirnya manuel.

goodnight, dwi, katanya.

hari pertama

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/11/2005

halo! the trip? waktu sby-denpasar biasa-biasa aja.
tapi waktu den-sidney, wow! baru pertama kali ini aku
dalam pesawat yang penuh orang bule. hehehe…lumayan,
ini kayak perkenalan. sampe di imigrasi harus antri
panjaaaaaaang sekali. belum lagi antri untuk
declare….hehehe padahal cuma food. aku nggak berani
nggak, kayak kalo di juanda. dendanya sampe 200 dolar!

waktu keluar nggak langsung ketemu pengantarnya. aku
sempetin ngerokok di luar. waktu transit di den nggak
sempet. harus lari-lari kayak di jakarta dulu. habis
ngerokok, aku balik ke dalam dan ketemu penjemputnya.
bule parobaya, se-papa-lah. terus aku digiring ke
mobil dan huaahhhh….limousine! above my expectation.
yang lucu, waktu dia buka bagasi, spontan aku angkat
koporku dan masukin. dan dia bilang, “that’s my job,
sir.” hehehehe…dasar aku masih mental kuli.

dalam perjalanan, aku membiasakan diri lihat bule
kerja. lihat bule nyopir kontainer, bule mbersiin
taman, bule ngangkat. luar biasa sensasinya. biasanya
khan cuma lihat mereka pelesir seperti di bali dan
bangkok. lihat mereka sebagai bos, gitu.

ternyata aku di antar langsung ke boarding house-nya.
and i meet my parents. namanya manuel dan margie.
anaknya dua: jen dan jes. anjingnya dua. namanya belum
tahu. nggak bisa kenalan sendiri sich. mereka baik
banget. jen jadi tour guide-ku di dalam rumah.
nunjukin mana kamar mandi, dapur, dsb. a cute little
girl (1993). jes-nya belum ketemu siang itu. manuel
janji mengajariku tidak hanya english tapi juga greek!
hehehe…you’re right, mereka keturunan greek. margie
mengantarku ke sekolah dan menunjukkan bus stop – bus
stopnya.

ternyata sekolahku bukan di building yang ditunjukin
margie. di building itu untuk mereka yang bukan
teachers. aku kebingungan nyari building-ku. muter2
sekitar 1.5 jam baru ketemu. and you know, it’s just
across the first builiding…hehehe. so, i miss the
morning meetings. aku ikut meeting yang terakhir and
do nothing.

terus pulang. aku coba untuk jalan. bukan coba,
sich…hehehe…sebenarnya aku masih belum tahu how to
take the bus. dan aku kesasar sampe 4 jam. kakiku
rasanya ancur. untunglah kok ketemu. istirahat.
bangun. tanya manuel di mana beli sim card. ternyata
dia sendiri juga bisnis sim card. terus dibantu
activate online. tapi nggak aktif-aktif juga. padahal
katanya cuma 2 jam setelah pengaktifan. twas why i
couldnt call ma and pa.

aku masih capek gara2 jalan tadi. aku tidur lagi.
dibangunin makan malam. spagheti. terus aku suguhin
kerupuk ikan tengiri. mereka suka sekali. ya, udah,
aku suruh habisin. dan setelah itu barulah aku mandi.
oya. mandinya cuma dijatah lima menit. soalnya air di
sidney terbatas, katanya. dan kamar mandinya tanpa
gerendel atau kunci! bukannya takut mereka buka
(karena mana mau…hehehe), tapi nggak biasa aja.
kamarku juga nggak ada kuncinya. aku takut mereka
lihat kebiasaan naturalisku kalo tidur…hehehee.

setelah itu aku pergi keluar. ngerokok sambil coba2
nelpon. tapi belum bisa juga. mereka sendiri lagi
kongkow rame-rame di depan tv. emang beda. antar
anggota keluarga hangat sekali. aku balik ke kamar dan
tidur. untuk pertama kalinya dalam sekian tahun
terakhir, aku tidur jam 9 malam. emang capek. belum
lagi dingin sekali. pernahkah aku mengeluh kedinginan?
no, ini yang pertama kalinya khan?! so, it;s really
cold here. padahal ini katanya sudah mau summer.
untunglah nggak datang waktu winter.

what else? mmm, oya, semuanya mahal banget. aku harus
diet ketat nih. bayangkan rokok marlboro 9.50 dolar!
keripik kentang 2.50. dan lain-lain.

begitu dulu untuk hari pertama.

tahun kedelapan

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/04/2005

sudah delapan tahun kita … hihihi …
aku belum tua, bukan?
kau sudah … hihihi …

selamat hari jadi yang kedelapan