Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

sudah selesai

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 01/13/2006

tadi malam cerpenku sudah kelar. hip, hip, huray! tapi sebenarnya masih banyak harus kulakukan dengannya…hehe… masih perlu kuedit dan review. jumlah katanya, seperti biasa, seperti kata hid, tanggung. cerpen terlalu panjang, novel terlalu pendek. konflik-konflik juga belum muncul dengan kuat. karakter si hee jin dan aku juga masih remang-remang. apalagi, ya? hmmmmhmm…

pondok candra

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 01/09/2006

hari-hari ini aku sering pulang ke rumah tanteku di pondok candra. tiap sore hujan, memes khawatir kalo aku harus pulang ke rumah, yang jaraknya sekitar 50 km dari kampus. aku harus melawan truk-truk besar, lubang-lubang, dan air secara bersamaan selama lebih kurang 1 jam. apalagi sekarang aku pake kacamata. kalo kena air jadi buram dan bikin aku kelabakan.

pernah aku pulang pukul 20.00 dan kebetulan hujan. karena malam otomatis aku harus buka kaca helmku yang hitam. air terus menerus kacamataku dan aku tak bisa melihat depanku sama sekali. aku harus berhenti tiap 50 meter untuk melap kacamataku. belum lagi ditambah masalah kaca helmku yang terus-menerus jatuh secepat aku menariknya ke atas.

sebenarnya dari dulu tanteku sering minta aku tinggal dirumahnya. biar anak-anaknya ada kawan main. biasa, anak perumahan khan suka kesepian. selain itu biar aku bisa memberikan contoh untuk mereka…hehehehe…you know, kalo di keluarga besarku aku dianggap yang cukup sukses soal sekolah. role model, gitu…hehehe…. om-ku sendiri tak keberatan, bahkan senang, karena dia butuh kawan ngobrol sesama pria.

aku nggak tahu kenapa dulu aku sering menolak. kalo dibilang sungkan juga nggak. hmm, apakah ini soal kerutinanku? bisa jadi. aku selalu merasa resah ketika berada di tempat yang baru. selain itu tinggal di tempat lain jelas akan merubah urutan-urutan kegiatan harianku. dan ini membuatku merasa kehilangan dan tak aman.

tapi aku ingin berubah lah. paling tidak untuk variasi, jika merubah karakter adalah tak mungkin. tapi aku juga sadar bahwa ada kemungkinan perubahan atau variasi ini akan kerutinanku yang baru. gosh.

tadi malam sudah masuk ke soalnya

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 01/06/2006

beberapa hari ini aku bingung bagaimana melanjutkan ceritaku. aku sampe tanya-tanya ke beberapa kawan. siapa tahu ada ide? kebanyakan bilang nggak usah dipikir. entar datang-datang sendiri.

tadi malam aku buka lagi ceritaku setelah aku tinggal 1 malam. aku edit sana-sini yang sudah aku tulis. akhirnya aku sampai ke bagian paling bawah. medan yang kosong dan begitu luas itu menakutkanku. aku melangkah satu kaki, kembali lagi, melangkah lagi, dua kaki, kembali lagi, dua, kembali, satu, dua, satu, dua, tiga, empat, lima dan seterusnya.

tiba-tiba tokoh ceritanya sudah ngomong soal seks…hehehe…nah, kalo sudah sampe situ sih sudah masuk zona aman. aku tahu apa yang harus aku lakukan (atau lebih tepatnya bicarakan).

hmmm…kalau aku ingat-ingat lagi aku selalu mengalami hal yang sama setiap kali menulis. ada bagian di mana aku merasa begitu jengah dan ingin secepatnya berhenti. dan kalau sudah berhenti bisa sampe satu minggu, satu bulan, satu tahun atau malah lebih. itu masih mendingan. ada yang aku recyclebin-kan. bagian yang mana ya? depan, agak ke tengah, tengah, hampir hampir habis, hampir habis? atau soal topiknya?

kayanya bisa dua-duanya.

kemarin

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 01/05/2006

kemarin jadi ketemuan. hid sama aku datang dulu. omong-omong sebentar soal film. terus lan fang datang. terus cerita ini dan itu soal penulis-penulis kita. setep datang paling akhir. cerita dilanjutkan. terus kita mendengarkan pendapat lan fang soal tulisan-tulisan kita yang sempat dia baca.

dia tanya ke aku, kenapa plester di ‘jane’ itu ditempel padahal nggak ada apa-apanya? man, aku kaget juga sama pertanyaan itu. sebenarnya nggak kenapa-kenapa. iseng aja…hehehehe. tapi karena ditanya secara serius, aku merasa harus jawab dengan seserius mungkin. ya, karena jane itu lagi bermain-main sama si cowok, yang berambisi untuk menemukan kelemahan jane. waktu lihat plester yang nggak pernah dibuka itu, dia mikir pasti itu kelemahan jane. borok kek, tato kek, dst. ternyata nggak ada apa-apanya dan jane tetap menang. begitu maksudku.

pertanyaan lan fang itu baik sekali. dari pertanyaan itu aku jadi tahu bahwa pesanku masih kurang jelas. harus lebih banyak berlatih begitu. lan fang juga beri alternatif-alternatif yang baik.

pokoknya pertemuan kemaren funky dan bermanfaat gitu.

pertemuan

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 01/04/2006

hari ini janji ketemu hid, setep, sama mbak lan fang jam 4. aku belum kenal yang terakhir ini. makanya aku mau kenalan. semakin banyak teman, semakin banyak guru, semakin banyak juri, semakin banyak editor, dan seterusnya.

aku sendiri beberapa kali baca cerpen-cerpen mbak lan fang ini. tampaknya ada banyak hal yang bisa aku pelajari dari dia.

bagaimana kabar cerpenku? sekarang lagi nulis soal dua orang kawan di oz. kayanya menulis tentang teman dari latar belakang budaya lain jadi kebiasaanku sejak ‘kalian yang terlalu beradab’. entah kenapa. mungkin karena aku merasa menawarkan hal yang baru ketika menulisnya. jadi semangat dan selesai (ini yang penting! berapa banyak draftku yang di-recycle bin-kan).

tapi kalau keterusan bisa bahaya juga. bukan soal monoton, tapi modal, bhuoosss!

begitu dulu. sekarang sudah setengah empat. aku harus berangkat.