Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

dewey frankenstein

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/27/2006

rainy again. mom got sick. again. gonna have a heart surgery soon. worried. tired of my relatives telling me what to do…pfuh, back off!

hmpphh…

this morning…on my motobike…dunno why…am thinking of victor….frankenstein. to eradicate illness…to wipe the sadness out of the world…

perhaps you think am a dreamer, john said.
and hope am the only one, said i.

antara city-bondi: aku di matamu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/23/2006


jika kau melihat ini
mungkin kau tertawa
telat memang
sudah banyak gambar-gambar
juga di belakang

jalur-jalur di sekelilingku
jauh melambat
sungguh beda dengan
bondi-city
city-bondy
tapi, ingatlah, secepat apapun,
kita pernah membekukannya….

the real ardath man

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/21/2006

aku merasa bahwa merokok jadi makin sulit hari-hari ini. semakin banyak tempat yang melarang orang merokok di situ. semakin banyak orang yang memandang miring pada perokok. semakin jarang yang menawari. dan sebaliknya semakin jarang tawaran rokok diterima.

berbagai argumen diajukan dan sampai tingkatan tertentu dipaksakan untuk mendiskreditkan perokok dan merokok. but i wanna tell you this, my friends: anyone can quit smoking; but it takes a real man to face cancer!

abis sakit

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/03/2006

hari senin sore aku pulang agak malam. abis mandi pergi ke perempatan. pengen ngopi. abis pesen aku tinggal ke rumah sinyo. anak-anak ngumpul di sana main pe-es. aku nggak ikut maen . nggak bisa maen soccer. badanku kerasa capek semua. ngerayu si cemeng untuk pijet. nggak mau. akhirnya ada yang mau setelah aku sogok pangsit, si palepi. abis dipijat badanku malah langsung meriang. aku langsung pulang. di rumah ketambahan pusing berat. oke, aku sakit.

waktu bangun pagi nggak ada perubahan. untungnya libur. aku paksa keluar. biasanya kalo aku manja malah lebih parah. aku ke sekelor ngopi sama mas muchlis. pulangnya keujanan. terus nyervis motor. tambah kedinginan. waktu pulang demam mencapai puncaknya. minum parasetamol 2 tidur sampe pagi. bangun kepala masih berat. tapi harus masuk kerja. ada raker. kalo nggak ada acara penting ini, aku pasti dah bolos. di bawah jaket masih ada sweater tebal.

sampai di kampus minum panadol merah. siangnya minum yang biru. membaik. ternyata ada untungnya aku pake sweater. ruangan rapatnya dingin banget. 5 derajat. kontrolnya di sentral. orang-orang yang nggak sakit aja pada kedinginan.

waktu pulang aku sudah sembuh.