Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

surabaya kembali

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/30/2006

liburan resmi diakhiri tadi malam dengan sepotong percakapan manis, yang sudah lama tak kukunyah belakangan ini. hghreaaa! liburan yang pendek namun cantik. hampir semua yang kurencanakan bisa kulakukan.

aku jadi ikut camp mahasiswa. dosen turis, kata salah seorang dari mereka…hehehe… dosen lain yang ikut kalo nggak ngisi materi ya jadi dosen pendamping. aku nggak. sejak awal aku sudah wanti-wanti panitia bahwa aku cuma akan membantu keamanan begadang. selebihnya mancing sendiri, jalan-jalan, lihat-lihat…pokoke turis! banyak kejadian menarik sepanjang camp. jika aku nggak malas, akan kutulis dalam entri khusus.

aku juga jadi kongkow-kongkow sama kawanku tanggulangin. cuma dia yang ke rumahku, bukan aku yang ke dia. aku ajak melihat-lihat sekitar kampungku. aku ajak melintasi sawah. mengikuti aliran sungai. aku ajak ke warung kopi juga. kayanya kerasan.

aku jadi ke kota kerajaan majaphait. yuhuuuuuu! akhirnya mimpi bermusim-musim ini terwujud. asyik banget tripnya. nanti aku juga bikin entri khusus. en kalo memungkinkan pake foto-fotonya juga.

dan, surabaya sudah kembali. mencangkul lagi.

Liburan Lebaran

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/18/2006

Liburan lebaran di tempat kami 1 minggu lamanya. Suatu oase di tengah gurun pekerjaan. Aku belum tahu pasti harus ke mana. Yang pasti aku harus keluar sesering mungkin. Ada beberapa rencana yang sudah terpikir. Yang pertama aku akan mengunjungi situs-situs bekas kerajaan Majapahit di Trowulan. Rencana ini sudah bertahun-tahun tertunda. Kalau tidak salah ingat aku sudah merencakan ini dengan kawanku sebelum aku studi lanjut ke Thailand. Jadi sekitar 4 tahun yang lalu. Padahal Trowulan hanya kurang dari 1 jam belaka dari rumahku.

Yang kedua mungkin aku akan pergi ke Lombok. Ini undangan dari kakakku. Menarik sekali. Tapi masalahnya ini acara keluarga suami kakakku. Aku agak nggak enak. Ntar takutnya ngerepotin. Aku khan harus jaga nama kakakku juga.

Yang ketiga adalah main sesering-seringnya ke rumah kawanku di Tanggulangin. Aku baru aja balik ngopi sama dia di belakang kampus. Dia bilang istrinya nanti bakal pulang ke Klaten sendirian. Dia jaga rumah sendirian. Nah, aku bisa sesering mungkin mengunjungi dia. Sip. Aku selalu cocok ngobrol dengan kawan ini. Yang pasti jangan lupa beli kopi bubuk di Mak Ni sama tabung tembakau berhulu ledak api sebanyak-banyaknya…hehehe…ya, kemampuan mendalangku sudah kembali sepenuhnya. Memang sempat hilang hari Sabtu dan Minggu kemarin. Kawanku sendiri takjub dengan perkembanganku.

Selain tiga rencana itu akhir minggu ini aku mungkin ikut anak-anak HIMA camp Jurusan di Pacet selama dua hari. Menarik sekali. Bisa bernostalgia. Dulu waktu mahasiswa aku selalu kepilih jadi anggota panitia camp. Dan selalu dapat pos keamanan…hehehehe….nyatpam gitu. Mungkin selain tampangku, kawan-kawan dulu tak pernah takjub dengan kemampuan intelektualku. O, that day…

pembangunan dinasti ini

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/17/2006

pembangunan dinasti ini tak boleh berhenti. aku harus mulai berbenah-benah dan kembali ke jalan yang kaya kemungkinan. tak peduli kaki masih berdarah-darah, aku tak boleh tak melangkah. sebab kelemahan adalah kematian, sebab kekuatan adalah nyawa. aku ingin mati muda, tapi bukan sekarang. harus kutemukan dulu dua pasang mata yang akan mengiringku pergi ke perjalanan yang tak bisa lagi ditulis.

mungkin aku akan pulang dulu ke rumahku. akan kuhabiskan waktuku sekian matahari untuk merawat kedua orang tuaku yang semakin hari semakin rapuh digerogoti waktu. pada saat yang sama aku ingin membagi apa yang sudah aku ketahui dari perjalanku pada kakakku. aku berharap dia belajar sesuatu, termasuk dari kegagalan-kegagalanku. biarlah dia belajar bangga dengan kemanusiaannya.

sebuah dinasti yang kokoh harus dibangun di atas batu karang. orang tuaku harus karang. keluarga kakakku harus karang. keponakanku harus karang. sebelum semua terwujud, laki-laki ini akan menguatkan diri untuk tak mengangkat kopor kembali.

sebuah perencanaan? sudah beberapa bulan terakhir kujauhi perencanaan. kukutuk hal yang sudah melekat padaku sejak lahir. kusangkal diriku sendiri. atas nama kekecewaan. atas nama mfa. atas nama kekecewaan yang bodoh! aku boleh jatuh. ya, boleh, jutaan kali bahkan. namun aku tak boleh tak bercita-cita.

swamiji suatu saat pernah berkata: manusia dengan cita-cita mungkin akan membuat sejuta kesalahan. namun manusia tanpa cita-cita akan membuat berjuta-juta kesalahan.

maka: ke depan!

unfortunately, i know what lies ahead

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/16/2006

it was a choice. nothing is, philosophically, wrong with that. morally speaking, it is beyond morality. psychologically, it is indeed difficult. for me, at the least. hopefully it’s just about ‘appropriatenes’. mfa, am i that inferior? people said: NO. for the time being, i’d rather believe on them.

but i see it. that’s the most difficult part. i see what lies ahead of you. knowing me, you’ll laugh at this. you’ll laugh because am no good at seeing. you’ll laugh because am no caring person. but i see it.

so, when i say: “take care”, i really mean it. so, take care.

awang

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/09/2006

pagi ini aku ngantuk banget. tadi malam susah tidur. bukan apa-apa, aku cuma bangun terlalu sore waktu minggu siang. 05.30 aku sudah mandi dan cepat-cepat berangkat. jalanan tambah senin tambah tak karu-karuan. sampai sekarang aku heran sendiri kenapa aku menolak tambahan perlindungan kecelakaan dalam asuransiku.

serasa terbang. tidak, laju kendaraanku tak terlalu kencang. kesadaranku saja yang melayang. aku bingung. aku mulai ragu dengan kesedihanku.

tidurlah

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/02/2006

tidurlah. sudah beberapa sabit kamu terus terjaga. sudah ratusan malam kamu terus melompat-lompat. terhentak-hentak. berdarah-darah? tak terhingga. hati yang harus menuruti tuannya…

pejamkan matamu, lemaskan bentukmu dan biarkan air membawamu entah ke mana. apakah yang lebih indah daripada ketidaktahuan di mana kita akan bangun esok pagi? di dadanya? di punggungnya? di dada dan di punggung yang lain?

kadang-kadang kita teralu lemah, bahkan untuk menyerah. kadang-kadang menyingkir adalah pilihan yang paling berani.