Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

arus

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/19/2007

menemukanmu lagi di lanskap yang semuanya perak. ambil satu tanganku dan mulai mencairlah. sepulang kerja, di jalan yang jarang truknya, menerjang remah-remah merkuri, beserta kegigilan yang segar, kukuak tingkap ingatan pelan-pelan. seperti ketika membaca hujan, yang ada cuma keharuan, kisaran yang enggan sedih apalagi senang.

kita dulu pernah hebat dan sekarang semakin menghebat.