Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

listen to me

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/27/2007

there’s no way yer gonna beat me in dis sh*t 🙂 time is up and let’s count. u fond of game, arent u? with a loser and a victor? alrite. bring it on. bring the whole world on.

tangis padi

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/26/2007

kuhabiskan 2 minggu terakhir ini untuk menggerus kode-kode yang kalian tanam. tak sulit bagiku untuk menemukan simpul akhir dan menariknya kencang-kencang. 19 tahun aku dididik untuk itu. lambat laun semua berubah menjadi demikian mudah dan sederhana. apalagi yang mengganggu? bukankah ini salah satu pertanyaan terbesar manusia setelah ‘misi lalu ada’ atau ‘ada lalu misi’?

bagaimana seseorang menyambut panen jika dia terlanjur bisa mendengar tangis padi?

si nik

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/23/2007

ngantuk berat pagi ini. terpujilah si nik. galak seperti herder. mengingatkanku pada si tp. tapi bolehlah. orang level 9/10 memang berhak dapat dispensasi. apalagi galaknya kelihatan dibuat-buat. galak, tapi ujung-ujungnya ngajak jalan. huh, dasar nggak beriman!

boeng, ajo, boeng!

arun meni

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/20/2007

adalah judul sementara cerita yang tengah kucoba tulis. seperti biasa, tentang laki-laki dan perempuan…hehehe…apalagi yang lebih bangsat dari itu? seperti biasa, judulnya adalah nama si tokoh perempuan. seperti biasa, prototipe tokoh itu adalah orang-orang tercinta. seperti biasa, soal yang agak-agak psikologis gitu. seperti biasa, bagian awal dan terakhir sudah selesai, tapi bagian tengah masih kocar-kacir.

tapi yang menggembirakanku adalah aku tahu bahwa cerita ini akan selesai. aku sudah menemukan salah satu cara kerja otakku. sepanjang bagian akhir sudah terpikirkan, maka cerita itu pasti akan selesai. ya, seringkali aku tak tahu bagaimana mengakhiri sebuah cerita, sesuka apapun aku dalam merangkainya. maka ketika ada yang membantuku mengakhiri, aku harus mengucapkan terima kasih.

fellowship of petty borgeousie

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/17/2007

akhir-akhir ini sering ‘bertandang’ ke kawan-kawan kuliah dulu. cuma texting, memang. kalo nggak salah inget mulai sejak temu alumni kapan hari. berhasil mengumpulkan kembali no beberapa kawan, yang sempat melayang bersama mobile lama di juanda, dan…there you go.

nggak ada kerjaan? nggak juga. koreksi dah kelar tapi kewajiban tak pernah mangkir. kesepian? hmm, boleh jadi. tapi kalian harus berkunjung ke kantor, rumah, rumahnya dan mak ni untuk menilai sendiri. semakin sulit mencari waktu untuk mempermalukan diri sendiri. mungkin tak ada alasan khusus. mungkin juga ada, tapi di level subconscious…hehehe. my apology on behalf of mr. superconcious…hehehe.

yang pasti senang. senang sekali, bahkan. mungkin akan kuperluas ke kawan-kawan di thai, korea, oz dan lain-lain. mumpung sudah mendekati bulan 8…hehehe. kaum borjuis kecil sedunia, bersatulah!

cerpelai

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/14/2007

cerpelai bersurai perak
melompat tinggi ke garis sore
sebelum lampu jalan mengerjapkan mata
melarung pertanyaan
sekuat ether
setegap mahayoga

pernah kurekam ini semua
tapi tahukah kamu bedanya?
waktu itu pagi
keriangan ufuk bergariskan warna kuning
kupu-kupu genit mencorat-coret angkasa kering
tentang bumi yang mengangkat roknya
tentang baki-baki air yang dibawa cuaca

ah, masa itu tak ada gentar
masa itu hanya aku, kami dan kita
saja yang benar

jalur ini bukan pertama kutapak
bukan pula menentukan makna, kali ini
seperti biasa, aku cuma ingin menandai
keharuan
kebiasaan buruk yang
mengharukan

cerpelai bersurai perak
bergulung-gulung turun
ke kaki lembah

: kawan-kawan yang terserak
juli awal, tahun yang mendebarkan

angkatan muda

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/06/2007

semester ini aku mengajar mata kuliah introduction to literature 1 untuk anak semester 2. tidak ada tes dalam mata kuliah ini. yang ada cuma showcase dan portfolio hasil-hasil karya mereka. tak seperti dengan mata kuliah lainnya, aku sangat menikmati memeriksa hasil pekerjaan mereka. seperti lazimnya anak muda, mereka suka sekali menulis tentang kekasih dan cinta. suka terharu aku…menyaksikan bagaimana cinta sudah menghancurkan hati yang masih begitu belia.