Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

pertempuran melawan protein

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/28/2008


tanyamu: apakah taman ini tak cukup indah tanpa cerita tentang peri-peri di pangkal daun?

bukannya aku gemar bermimpi. pernah dulu kupikir begitu. tidak. sekali-kali tidak. aku hanya tak bisa tak melakukannya. ada sesuatu yang digodam ke kepalaku sebelum aku menyadari bahwa ada aku atau aku ada. tanpa persetujuanku. kau tahu itu.

bahkan aku tak pernah ditanya apakah aku setuju untuk memiliki apa yang kau sebut sebagai kesadaran. tapi, haruskah aku memperpanjang omelan ini? ingin aku. tapi ini hanya usaha memperpanjang kesesakan.

dengan mimpi kau membuatku merasa perlu melemparkan kaki. memastikan aku tak pernah berhenti. sebab pada diam sejati, kau tak berpengharapan. baiklah aku turut dalam jalanmu. demikian baik hingga satu waktu kau akan kutumbangkan.

demikianlah akan datang suatu masa di mana aku bisa menyebut suatu gambar sebagai mimpiku sendiri. sendiri, tapi.

tanyamu: apakah tubuh ini tak cukup elok tanpa cerita tentang perasaan-perasaan yang menakjubkan?

aku tak bisa tak bermalas-malasan. di atasmu, tapi.

e-fest dan berbicara dua kali

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/25/2008

tak terasa e-fest sudah datang kembali. seperti tahun lalu, ada beberapa perlombaan yang diselenggarakan. berbeda dengan tahun lalu, tahun ini jumlah peserta tampaknya tidak menjadi masalah. semoga ini bisa menjadi cermin, meski jauh dari akurat, jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun ini. aku belum tahu persis dibalik kenaikan ini karena aku sedikit terlibat dalam perencanaan dan penyelenggaraannya. fakultas lebih banyak berperan sebab kami di jurusan harus berkonsentrasi pada kurikulum dan pendaftaran rencana studi, yang tak kunjung terurai keruwetannya.

tapi itu bukan berarti kami tak membantu. sebisa mungkin kami memberikan kontribusi, meski sebatas pada tataran menjadi pengisi acara. nah, dalam e-fest kali ini ada lomba baru, yaitu rally campus. kebetulan seluruh tim peserta tak bisa berangkat bersama-sama. separuh menunggu, separuh berangkat. separuh berangkat, separuh menunggu. panitia mendapat ide jenius untuk memanfaatkan waktu tunggu tersebut untuk mempresentasikan profile jurusan. mereka menyebutnya sebagai acknowledgement hehehe.

sudah pernah kusebutkan di sini bahwa aku ingin membentuk tim promosi jurusan yang kecil, solid dan siap-sedia. prototipe tim itu sudah mulai terlihat dan bahkan sudah diujicoba dalam beberapa kesempatan. fakultas sudah mengerti tentang ini dan oleh karena itu langsung menghubungiku ketika ide presentasi profile itu muncul. berusaha konsisten dengan sifat yang ingin kumunculkan dari tim, aku menyatakan bersedia dan siap. melihat beban dan keterbatasan waktu, aku memutuskan untuk tidak mengajak ibu-ibu yang kerap membantuku dan mengerjakannya sendiri.

secara umum, hasilnya tidak buruk. paling tidak tak ada yang melemparku dengan bunga …dengan potnya hehe. dan melihat dari jalannya kuis yang kuberikan sesudah tiap presentasi, aku rasa mayoritas pendengar mengikuti presentasi dengan cukup baik. namun demikian ada beberapa masalah yang perlu kucatat di sini demi perbaikan:

yang pertama, berbicara tanpa henti selama tiga jam menghancurkan stamina. ada 2 kali presentasi yang harus kulakukan. tiap presentasi menghabiskan 1,5 jam. tidak lebih dan tidak kurang, demikian kata panitia. mereka tidak mempersiapkan plan b jika aku kehabisan bahan hehe. jeda antara presentasi pertama dan kedua 45 menit. aku, secara harafiah, langsung jatuh sakit setelah menutup presentasi keduaku. sore itu juga kakakku harus memanggilkan tukang pijat dari tambak sumur untuk membangkitkanku dari alam meriang.

aku tak langsung sadar bahwa ini adalah rekor terbaruku. bukankah panjang rata-rata mata kuliah yang aku ampu juga 1,5 jam? aku lupa bahwa saat mengajar aku seringkali mengambil jeda dengan meminta mahasiswa mengerjakan ini-itu. belum lagi memulai kelas lebih lambat atau memulangkan mereka lebih cepat…hehehe. tapi kali ini, sekali lagi, tidak lebih dan tidak kurang.

yang kedua, membicarakan hal yang sama dua kali akan menghancurkan antusiasme. saat memulai presentasi yang kedua, aku langsung tahu bahwa ini tak akan sebaik yang pertama. secara resmi pendengarnya memang berbeda. namun ada beberapa orang yang sudah mendengarkan presentasi sebelumnya seperti guru pendamping dan panitia sendiri. aku merasa aneh untuk mengulang joke-jokeku tapi pada saat yang sama tidak siap dengan yang baru. dan presentasi itu terasa begitu berat.

selanjutnya, tunjungan plaza, 1 maret 2008.

kau itu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/23/2008

dengan rintihan, sebuah dunia baru tercipta. pegang kudukku. tundukkan kepalamu. mari menjerang mata air. mari menggambar ngarai. mari memisah-misahkan awan.

dan tahu ada yang tak mau dikenang. ada yang hadir hanya untuk dicerap.

saat kau gugup dengan masa lalu dan tersengal-sengal dengan masa depan, ingatlah, sayang, bahwa kau…

adalah sungai yang deras.

jadikan aku terus-menerus terganggu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/21/2008

mendapat tugas untuk mengotak-atik evaluasi diri universitas lagi. ini adalah kali ketiga aku bergabung dalam tim evaluasi diri dan kali kesekian dalam kegiatan level universitas. tak bisa kupungkiri bahwa banyak sekali yang kupelajari dengan mengikutinya. utamanya adalah melihat bagaimana orang dari ranah lain memandang dunia dan menyelesaikan persoalan. beberapa kawan malah mengatakan keterlibatan ini adalah janji masa depan yang gilang-gemilang, apalagi menilik usiaku sekarang.

tapi, aku tak pernah melihat seluruh gegap-gempita institusional sebagai karir. aku tetap ingin menjadi guru sastra yang baik dan penulis cerita yang bahagia. lepas dari itu, mana mungkin aku bisa bangga dengan apa yang kulakukan di level universitas sementara aku belum bisa membenahi jurusanku sendiri. kebanggaan tanpa otoritas moral. aku khawatir penunjukan yang terjadi bukanlah berdasar pada kinerja seseorang, tapi lebih pada perkiraan bahwa tak banyak yang bisa dia kerjakan di jurusan. karena jurusanmu sedang turun, maka kau tak punya banyak pekerjaan. daripada kau menganggur, maka bantulah universitas.

puji semesta aku merasa sangat terganggu.

menyimpulkan tali sepatu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/13/2008

semua berjalan dengan baik. tentu ada keributan di sana-sini, mulai dari kamar tidur yang terlalu terbuka sampai kamar mandi yang terlalu sedikit. tapi, mungkin setiap dari kami telah paham bahwa di jurusan unik ini tak semua keributan berarti keributan. seringkali kami hanya tak bisa tak berkomentar setiap melihat sesuatu. ini adalah sejenis karunia khusus para bahasawan. sungguh tak ada kehendak sadar untuk menyerang atau menyakiti seseorang. demikian juga setiap dari kami mengerti bahwa tak semua masalah di antara kami harus ditanggapi, lebih-lebih dengan kepala panas. ada beberapa masalah yang akan menyelesaikan dirinya sendiri. yang utama adalah tahu membedakan satu dari yang lain.

sosialisasi, yang menjadi perhatianku sepanjang akhir pekan, berjalan dengan lancar. para bapak-ibu tak berkeberatan dengan ‘gangguan kecil’ ini. mereka rupanya sudah sempat mendengar dari salah seorang rekan yang mengikuti rapat fakultas. ini tentunya mempermudah pekerjaanku. tentang waktu, koordinator acara dan aku sepakat untuk mengambangkannya. kapan saja dipandang pas, aku akan masuk. itulah kenapa acara sosialisasi mundur satu hari dari yang kurencanakan.

di luar acara sosialisasi, kami benar-benar bersenang-senang. tidur, berbincang-bincang, menyanyi, jalan-jalan, memasak, memanggang, mengunyah, tidur lagi dan seterusnya. aku membantu koordinator acara untuk memandu beberapa permainan spontan. salah satunya adalah permainan tebak lagu. mirip-mirip berpacu dalam melodi begitu. cuma karena pengaruh genetik dan lingkungan, cara memanduku lebih mirip djaja miharja dibanding koes hendratmo. orkes siap? salah seorang kawan dosen sebaya membantu bermain organ sementara koordinator acara bertugas mencatat skor. kadang saat kawan dosen sebaya itu tak tahu bagaimana memainkan lagu yang ditanyakan, aku terpaksa harus mengeluarkan suara perungguku. kata beberapa peserta senandungku tak mirip sama sekali dengan lagunya. ada tiga segmen dalam tebak lagu itu yaitu lagu barat, daerah dan indonesia.

kami kembali dengan selamat kemarin sore. tadi pagi sudah harus berjibaku dengan kurikulum lagi. penerapan kurikulum untuk mahasiswa 2007 berjalan dengan cukup lancar sampai saat pendaftaran studi. yang bermasalah justru proses pendaftaran studi secara umum. dari tahun ke tahun masalah ini belum terselesaikan juga. harus ada prosedur standar untuknya. sama juga dengan perekrutan dan pelepasan dosen tidak tetap. jika masalah-masalah rutin semacam ini belum beres, bagaimana kami bisa berfikir tentang pengembangan? jum’at depan perubahan struktural akan diputuskan. katalog siap naik cetak.

ke bukit kembali

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/10/2008

meski tergolong salah satu yang paling panjang, akhir pekan ini jelas bukanlah salah satu yang terbaik. imlek berlalu tanpa kesan, bahkan cenderung menjemukan. penantian akan datangnya tahun tikus, yang konon menurut suhu acar merupakan titik balik bagiku, berakhir antiklimaks. tahun lalu aku jauh lebih bersemangat. mohon maaf untuk handai taulan sekalian. kamar mencekamku demikian dalam.

hari jumat aku sengaja cuti untuk mempersiapkan sosialisasi perubahan struktural yang harus kulakukan pada acara social gathering, senin besok. tapi ini membuatku sedikit ketinggalan perkembangan terakhir tentang acara social gathering. merasa ketinggalan adalah salah satu perasaan yang tak begitu kusukai. aku harus mengejar ketertinggalanku ini dengan bertanya dan menjawab lewat pesan singkat.

terdapat masalah lain. universitas sudah menggariskan perubahan struktural yang harus kami selesaikan secepatnya. ini memaksa kami untuk memanfaatkan even yang tersedia minggu depan, termasuk social gathering besok. kami rencanakan untuk melakukan sosialisasi perubahan tersebut. Sebelumnya bahkan sempat dipikirkan untuk tidak hanya melakukan sosialisasi, tapi juga mengambil keputusan. untunglah disepakati untuk melakukan pengambilan keputusan pada hari jum’at dalam acara resmi.

aku memikirkan bagaimana cara mengintegrasikan urusan formal ini ke dalam social gathering. ada 2 pilihan yang sama sulit. pertama, melakukannya pada saat kami berhenti untuk makan siang dalam perjalanan menuju bukit lokasi acara. ini memang meminimalisir resiko merusak suasana santai yang ingin dihadirkan dalam social gathering. tapi ini menghalangiku untuk memberikan informasi secara komprehensif. aku tak mungkin berpresentasi di restoran. apalagi ketika orang-orang makan. yang kedua, di lokasi, dengan presentasi, power point dan handout. informasinya mungkin bisa lebih komprehensif, tapi suasana formal mau tidak mau akan hadir.

aku tak yakin apakah pemikiran ini yang membuat sabtu dan minggu menjadi abu-abu juga. atau sudah waktunya untuk membayar semangat demi semangat yang kupunguti tiap hari. waktunya memasukkan seluruh keraguan yang selama ini tertahan di pesisir. setiap sistem menyimpan titik kekacauannya. waktunya untuk menghancurkan diri dan menciptakan tatanan baru.

ke bukit kembali…untuk memulai…atau cuma mengulangi.

sementara tentang masalah purba

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/05/2008


masalah purba itu ada. semesta ini terlalu teratur dan harmonis tanpa sejenis pengatur atau paling tidak pemula. bahkan kekacauan pun adalah hasil atau bagian dari sistem yang teratur. tapi dia bukan persona. bukan makhluk dengan sifat-sifat khusus, lebih-lebih sifat-sifat manusia, bahkan dengan tambahan maha di depannya.

menobatkannya sebagai makhluk maha akan mengingkari keberadaannya sendiri. mengutuknya menjadi kekuatan yang tak etis; menjadikannya kekuatan yang tak harmonis. bagaimana menjelaskan kemahaadilannya dan kemahatahuannya? bisakah dia mengutuk seseorang sebagai jahanam jika dia tahu sebelumnya atau bahkan menentukan bahwa orang itu akan menjadi jahanam?

ya, masalah purba itu menentukan. tapi bukan menentukan jalan cerita orang demi orang atau membuat mukjizat. dia menentukan melalui hukum-hukum alamiah yang kita hidupi tiap hari. hukum-hukum itu memberikan kita pilihan-pilihan yang khas dan terbatas. dengan demikian kebebasan kehendak secara absolut hanya ada di mimpi-mimpi gila. seseorang bebas melaksanakan kehendaknya untuk membunuh, tapi kehendak itu sendiri dibentuk atau dipengaruhi oleh hukum-hukum alamiah.

seperti kata pria jerman dengan rambut model count dracula itu: “manusia bebas melakukan apapun yang dia kehendaki, tapi tidak menghendaki apa yang dia kehendaki.”

koma.

ratapan sang ilmuwan: sebuah kunjungan ke struktur sebelumnya

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/03/2008

episode bukit doa

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/02/2008

syukurlah semua berjalan tak jauh dari harapanku. aku belum tahu hasil umpan balik tertulis dari mahasiswa tentang materi yang kuberikan. tapi berdasarkan pengamatanku mereka memahami sebagian besar materi itu. ini yang paling penting. tentu saja aku berharap mereka juga bisa menikmati yang kusampaikan. namun menghibur bukanlah tujuan utamaku.

sebelumnya aku sempat khawatir saat mendengar informasi dari tim materi menjelang keberangkatan bahwa para peserta kurang memahami bahasa konseptual. mereka terlihat bingung saat pembicara di hari sebelumnya menggunakan beberapa istilah formal. tim materi tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi saat mahasiswa ini mendengarkan aku, yang menurut tim materi kerap menggunakan “bahasa dewa”. masalahnya aku sudah tak punya waktu lagi untuk mengedit sebab aku menjadi pembicara pertama. aku berjanji untuk sebanyak mungkin mengklarifikasi istilah yang kupakai dan memberikan contoh-contoh yang konkret.

masalah yang lain adalah aku merasa melayang-layang. mungkin sudah kutulis pada entri sebelumnya saat menunggu hujan reda di warung, cak to memberiku satu gelas kopi lagi. akibatnya aku kesulitan memejamkan mata malam sebelumnya. praktis aku hanya tidur selama 1,5 jam saja. sepanjang perjalanan aku mencoba untuk tidur tapi tak bisa juga. selain menjadi pembicara pertama, aku juga harus mengisi dua sesi secara langsung. kopi tak ada dan merokokpun tak sempat. di larang merokok di dalam lokasi bukit doa! setiap dorongan itu datang aku harus pergi keluar pintu gerbang, yang berarti merayapi jalan mendaki sepanjang ratusan meter. entah bagaimana aku merasa menemukan sedikit kelegaan dengan berulang kali menghirup air kemasan.

selesai presentasi, aku langsung mempersilakan diriku sendiri ke kamar yang disediakan untukku. dan aku tak kunjung muncul sebelum maghrib tiba. hujan menderum-derum seperti truk tua. dengan demikian gagal sudah impianku untuk melihat meteor. tapi aku menemukan kegembiraan yang lain dengan bertemu dan mengadu rasa dengan kawan-kawan lamaku yang diundang juga sebagai pembicara. yang seorang diundang sebagai alumni sukses. yang satu lagi sebagai pendeta. sang pendeta muda ini dulunya adalah kawan gila-gilaanku di hima. bolehlah jika kami menyebut diri kami waktu itu sebagai anak-anak yang hilang.

kehidupan memainkan tipuan-tipuannya yang menarik. dan inilah kami sekarang. yang satu mendekap, yang lain menatap. aku menyukai khotbahnya. dia pandai benar. oleh karenanya setelah khotbah selesai aku menanyakan salah satu pertanyaan yang sering menggangguku selama dua tahun terakhir: bagaimana membedakan ujian dan pertanda? jawabannya patut kurenungkan untuk 2 minggu ke depan.

okay, tugas mendesak selanjutnya adalah mengawal peralihan kurikulum, membuat beberapa keputusan seputar perkuliahan dan memanfaatkan ekspo akhir bulan sebaik-baiknya. oya, mencetak katalog juga.