Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

menulis sesuai cuaca

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/30/2008

hal menulis itu seumpama kerajaan sorga. begitu jelas di masa susah, terabaikan di masa senang. paling tidak demikianlah yang kurasakan. saat melankolisme laten tengah menyerang, entri demi entri memasuki ruangan. namun ketika hati tengah menetap di atap dunia, kata-kata berkemas-kemas pulang ke dalam. tentu ini tak berlaku untuk seru sekalian alam. menurut sugar mill, misalnya, masa luruhnya adalah kala hidupnya terbebas dari dunia tengah, dunia nyaman, dunia mediokritas. jadi bisa ketika gembira sekali atau hancur-lebur-luluh-lantak-tak berdaya-berdarah-darah-halah-halah-halah.

sebenarnya sudah cukup lama kusadari masalah ini. pernah bangga juga sembari curiga bahwa ini adalah tanda-tanda bakat hahaha. bagaimana tidak, siapakah penulis besar yang hidupnya riang-gembira? o, sungguh tak banyak. sungguh, menulis adalah pekerjaan tersedih di dunia. dan orang yang tahu tentang hal ini dan tetap melakukannya tentu jauh lebih menyedihkan hehehe. yang bertelinga hendaklah mendengar! yang berekor hendaklah kembali ke belukar! namun setelah melihat situasi diri dan tulisanku yang tak kunjung memanjat, dan bahkan kini berputar-putar di ruang terapi yang diusahakan terdengar lebih gagah dengan sebutan ‘pembangun sebuah dinasti’, aku mulai berubah pikiran. jangan-jangan ini adalah tanda ketidakprofesionalan, atau, yach, kebebalan saja.

apa penyebab ketergantungan pada cuaca ini? mungkin karena kegembiraan itu tak memberi waktu henti sementara ini adalah hal yang cukup mutlak dalam dunia tusuk-menusuk keyboard. apakah aku akan menghentikan kegembiraanku dan kemudian sibuk mencari komputer atau pena? tentu aku akan meneruskan kesenangan itu sampai titik leburnya. selain itu, banyak pekerjaan yang bisa kuselesaikan di masa-masa semacam itu. sebaliknya, kesedihan menciptakan begitu banyak rumah singgah. susah menguap, apalagi bekerja. di saat seperti itulah bercermin dan mencatatnya menjadi demikian menggoda.

ada penjelasan lain yang lebih menarik dari sugar mill, atau lebih tepatnya dari film yang dia tonton akhir pekan kemarin. demikian kira-kira kutipannya:

“pain is easy to write. in pain we are dreadfully individual. but what one can possibly write about happiness?”

saat sedih biasanya aku memilih untuk sendiri dalam artian harafiah maupun kiasan, situasi yang sangat mendukung bagi kegiatan tulis-menulis. sementara dalam kegembiraan aku selalu gatal mengeluarkan motor dan menyapa orang-orang sedunia. apa enaknya senang sendirian? demikian kata orang-orang. dan mungkinkah aku menghadap kertas sementara kawan-kawan mengangkat gelas? gan bei!

begitu. kurang meyakinkan? mungkin karena aku tengah gembira akhir-akhir ini. tapi kok bisa menulis? mungkin karena aku tengah sedih akhir-akhir ini. kok kurang meyakinkan? mungkin karena aku sedang abu-abu. loch, katanya buta warna? mungkin karena aku terlalu bernafsu memukul mukamu dengan batu.

memilih tidak sehat

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/26/2008

beberapa malam yang lalu seorang kawan mengirimiku sebuah teks. tampaknya dia tengah dilukai oleh kehidupan…hahaha…dan mulai membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain, denganku. aku kutip verbatim di bawah ini:

“ur life is so excellent…kul cepet mari, bs kuliah gratis, kerjaan ga pk nyari, msh bs ngopi2 n makan pangsit…”

o, kawanku yang baik, andai saja kau temukan jurnal ratapan sang pembangun dinasti ini…wakakakak. hmmm…tapi kali ini aku tak sudi untuk menyangkal dan sibuk menunjukkanmu betapa payah waktu tunggu ini. tahukah kamu hanya orang waras yang merusak kegembiraannya sendiri….hehehe. dan, maaf, aku sedang memilih tidak sehat.

kawanku yang baik, ada suatu titik di mana manusia harus berhenti mensabotase dirinya sendiri. dan mulai menampar udara kecil di sekitarnya. bukankan pernah kuajak kamu turut melihat air besar?

one week of crapping dangerously

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/23/2008

minggu lalu adalah minggu terakhir uas. banyak ujian skripsi dan speaking mulai jam 07.30. jadi tiap hari harus bangun jam 05.30 dan akhirnya…datang juga! meriang, meler, batuk dan sekitarnya. hari ini aku sengaja mencutikan diri dan pulang ke kampoang halaman. mungkin aku belum terlalu siap dengan udara urban.

tapi lepas dari itu semua, ini minggu yang cukup menyenangkan. hari rabu malam keluar sama si sugar mill ke tp. duduk di excelso dan melakukan pekerjaan termulia yang pernah dilakukan umat manusia: crapping. setelah itu nonton the not-so incredible hulk di cinema XXI. ramai sekali, sampai-sampai harus duduk di deretan depan. sebelah pojok lagi. sepanjang film ada saja ibu2 yg berdiri di depan kami untuk menidurkan anaknya. jumatnya keluar lagi sama yang bersangkutan. ke royal kali ini. ngopi dan crapping lagi. kemarin ketemuan sama si hid di j.co, gm. crapping lagi.

kalo aku pikir2, hidupku ini ngga jauh2 dari crapping. cari uang lewat crapping. seneng2 ya crapping lagi. jangan2 sakit ini juga gara2 kelelahan crapping…hehehe.

beri aku 10 pemuda!

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/17/2008

mendapatkan tawaran dari seorang kolega untuk bergabung dengan sebuah organisasi kepemudaan. konon sebagai wakil ketua bidang pendidikan. sebenarnya sudah lama aku ingin bergabung dengan organisasi sosial kemasyarakatan. pertama-tama aku suka menambah kawan dan kenalan. sangat sederhana. dan percayalah bahwa banyak kawan memang banyak kekuatan. kedua, aku mungkin bisa memberikan yang lebih baik, besar, dan langsung dibanding yang bisa kulakukan di rumah ini. ketiga, ini bisa menjadi sumber inspirasi untuk perancangan proposal disertasi.

selidik punya selidik organisasi ini adalah sayap kepemudaan sebuah partai politik. aku tak ada masalah khusus dengan politik. tidak juga dengan partainya. sejak belia aku telah belajar bahwa hampir-hampir tak ada yang tidak politis di dunia ini. tanpa bermaksud menjadikannya vulgar, politik akan memburumu sampai di atas toilet. aku juga tak pernah diyakinkan oleh gerakan massa spontan. sampai saat ini aku percaya betul bahwa garda depan perubahan adalah organisasi kader, rapi, disiplin, dan bertujuan jelas. partai adalah bentuk paling konsekwen dari kriteria-kriteria ini.

masalahnya partai politik yang satu ini tak pernah menggetarkan sanubariku…ciee. kontra revolusioner. reaksioner…halah3x. well, pokoknya aku tak mau gegabah lah. bagaimanapun ini akan jadi portofolio seumur hidup sang pembangun. bisa melayani atau justru menghantui dinasti ini.

money matters

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 06/13/2008

in love…w/ poundsterling. brave a new crap.