Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

kunjung-mengunjungi

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/31/2008

visitasi phk-i sudah selesai. cukup pesimis setelah mengikuti sesi pertemuan dengan task force. lebih pesimis lagi setelah dengar hasil pertemuan dengan dosen dan kajur. tapi jadi agak optimis lagi ketika mendengar wrap up mereka. kampus ini memang perencana yang miskin, namun eksekutor yang baik. tak heran kami selalu kedodoran di visitasi namun berjaya di sesi pertanggungjawaban. khas pedagang, darimana kebanyakan dari kami berasal. jalan dulu tak peduli seberapa payah rencanamu. nanti dibenahi sambil jalan. learning by doing gitu lah. berbeda dengan kampus negeri atau institusi pemerintah. jago dan pakar rencana. namun giliran eksekusi jadi korup hahaha. ya, tak perlu kutegaskan bahwa selalu ada pengecualian di sana-sini.

visitasi mama, kakak, dan kakak ipar ke thailand sudah berlalu juga. mereka resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi kemarin pagi. kesannya tak jauh beda dengan kupunyai. pemandangannya tak terlalu memukau namun makanan dan hiburannya bisa meruntuhkan pengendalian diri seorang biku. tak mampu tertawa lirih saat mama dengan polosnya menceritakan pengalamannya melihat tiger show. semuanya senang dengan kabaret alchazar. kakak iparku sampai beli vcdnya segala. papa yang kerap terpaku di bilik belakang panggung ludruk tentu akan menikmatinya juga. penggemar waria sedunia, bersatulah!

potongan api

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/27/2008

tidur dengan modem di kepalaku dan bangun bersama demam. mama, kakak, dan kakak ipar berangkat dini hari tadi. akhirnya…setelah beberapa persengketaan yang perlu. dan berbahagialah mereka yang bisa melihat dunia luar. terpujilah mereka yang menekuni perjalanan-perjalanan dunia dalam.

meringkuk di bilik warnet dengan keponakanku. empek-empek pedas dan kopi hangat sedikit menghangatkanku. malam ini aku tengah gemar berkawan. jika kau muncul malam ini, tentu aku sudah berbuat yang tidak-tidak. terima kasih sudah mengirimiku surat. di dunia yang makin hologram, tindakan semacam itu sudah menimbulkan kegaduhan di kepalaku.

belum bisa aku berkunjung ke kotamu yang baik. tak ingin aku mengulangi alasan yang sudah serupa dengan wirid atau mantra itu. namun demikianlah adanya. inipun kamu tentu mengerti. sebisa mungkin ini untuk kita, meski terus terang jarang sekali aku berfikir demikian. sampai selanjutnya, mari merawat potongan api masing-masing…

minggu yg penuh berkas

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/20/2008

what a week! melelahkan namun tidak produktif. masa phk-i sudah kembali lagi. never enjoy it. really. apalagi kali ini salah satu rekan timku lagi ke amerika, sementara yang lain mertuanya meninggal. yang terakhir masih bisa meluangkan 2-3 jam ke kampus di sela-sela kesibukannya mempersiapkan penguburan. namun minggu depan dia mo ke thailand so av gotta work alone. memcoba memaknai data2 kuantitatif yang tak kunjung bermakna di kepalaku.

berbicara tentangg thailand, kami harus jatuh bangun minggu ini mengurus paspor mama. masalah pertama adalah berkaitan dengan perbedaan antara nama di akte pernikahannya dan akte kelahirannya. untuk menyelesaikan masalah ini, agen kami meminta ijazah mama sebagai bukti pendukung. justru dari sini kami baru menyadari dan menghadapi masalah sebenarnya. di ijazah mama tertulis bahwa beliau lahir 25 Juli 1957. padahal mama lahir 10 februari 1957, seperti yang tertulis di ktp dan kk. akhirnya agen kami memutuskan untuk tak menggunakan ijazah itu. eh, tak lama berselang agen kami menemukan bahwa di akte kelahiran mama dinyatakan lahir 10 februari 1958!

agen kami akhirnya menyerah meskipun aku bilang aku siap kalau orang imigrasi minta lebih. dia bilang dia takut mama dicekal kalau tetap dia masukkan berkasnya ke imigrasi. aku langsung minta tarik semua berkas dan menghubungi saudaraku yang punya kenalan agen lain. begitu berkas di tanganku aku langsung meninggalkan kantor dan mengirimnya ke saudaralu. dia bilang akan bertemu dengan agennya malam itu juga. kami harus berpacu dengan waktu sebab mama harus kumpulkan paspornya paling lambat senin besok. waktu itu sudah hari kamis. kakak iparku sampai meminta meng-sms kami semua untuk berdoa. dia sendiri, lapor kakakku, sampai ber-rosario segala.

agen saudaraku bilang bisa namun kami diminta mengurus surat dari lurah dan ditandatangani camat yang menyatakan bahwa tanggal lahir mama yang betul adalah yang sesuai akte kelahiran dan bukan ktp dan/atau kk. pertimbangannya nanti lebih cepat menyesuaikan ktp dan kk dibanding akte. jadi saat itu juga mama resmi menjadi satu tahun lebih muda dari yang sebenarnya. selain itu dia juga minta sk penetapan akte kelahiran, yang kami tidak punya. kami minta dia untuki mengurusnya di catatan sipil.

hari sabtu papa terpaksa tidak masuk untuk mengurus sebab aku harus mengerjakan revisi se untuk phk-i. tanpa kesulitan papa mendapatkan surat dari pak lurah yang kenal baik dengannya. tak lama kemudian kami diberitahu agen kami bahwa kata-kata dalam surat itu perlu ditambah. papa harus kembali ke balai kelurahan. setelah mendapat surat yang baru, papa langsung ke kecamatan. ternyata kecamatan menolak mengesahkannya karena tidak berani menanggung resikonya. resiko my ass! mereka menyarankan papa langsung merubah kk di sidoarjo. papa berangkat ke catatan sipil di sidoarjo. sebelum itu beliau ke balai desa minta surat keterangan yang ketiga kali namun kali ini tanpa kolom pengesahan pak camat.

di catatan sipil setelah beberapa argumen beliau mendapat kk baru yang setelah beliau periksa ternyata tak baru sama sekali. tanggal lahir mama tetap seperti yang lama. waktu papa menegurnya, dia malah meminta papa untuk membayar lagi. tanpa berpanjang kata, papa langsung mengiyakannya. di kk hasil revisi ketiga tanggal lahir mama sudah berubah 10 februari 1958. but you know what, waktu hampir mencapai rumah papa baru menemukan bahwa kali ini agama mama berubah menjadi muslim! o, civil servants, you dont know how much i ‘love’ you. dan kalian terus meminta kenaikan gaji! puh lease…

semua langsung panik kembali. kakakku menelponku. kakak ipar menelponku. mama menelponku. papa menelponku. dan aku menelpon agen dan menceritakan kemalangan ini. dia bilang tidak apa-apa sepanjang sudah dapat surat dari pak lurah. terus aku bertanya apakah dia sudah mendapatkan sk penetapan akte mama. dia malah bilang dia pikir kami masih mencarinya di rumah sehingga dia belum mengurusnya. hadoh! okay, okay, calm down, tuan dewey setiawan. tapi dia bilang akan mengurusnya senin dan akan menyusulkannya ke imigrasi sesudah mama foto. terus dia minta aku menyerahkan semuanya ke dia besok paginya. sabtu pagi. liburan. designated place: kampus. halah!

mama akan menjalani pemotretan besok pagi di imigrasi. semoga tidak ada halangan lagi dan bisa menerima paspor hari itu juga. sudah bayar paket kilat campur petir je. mohon doa restu, kawan-kawan sekalian. dan, kalian, wahai keturunan dinasti setiawan, jangan lupakan pelajaran ini. uruslah segala persoalan administrasi sipil keluarga kalian secepatnya dan setepat-tepatnya. keluarga dari pihak mama memang berantakan sekali surat-suratnya sebab sudah tak punya papa sejak kecil sementara mamanya buta huruf. sudah punya surat saja sudah bagus. semuanya minta tolong orang untuk mengurusnya. dan semuanya suka berimajinasi sendiri. contohlah keluarga dari pihak papa yang begitu serius dalam hal beginian. aku dan kakakku tak pernah menghadapi masalah seperti ini berkat ketekunan papa kami.

ingat itu, demi kebaikan dinasti kita.

keluarga kami di bulan juli

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/14/2008

keluarga kami tengah bersuka-ria. kakakku akan segera merayakan ulang tahun pernikahannya yang kedua. tak terasa, paling tidak bagiku yg tak ikut menjalaninya. aku tahu persis tak sedikit masalah yg dia hadapi, baik kecil maupun besar. bahwa dia masih bertahan dan membikin banyak kemajuan itu sangat patut disyukuri.

siapa sangka ternyata bos kakak iparku memberikan mereka hadiah berlibur ke thailand! ah, thailand, sebuah tikungan waktu yang tajam, hutan petualangan, dunia penemuan, negeri didikan keras, tanah persahabatan…aku bisa meneruskannya dengan semangat 98…thailand, sebuah daratan yang telah memberiku begitu banyak.

tentu saja kami sangat gembira dengan kejutan itu. kebetulan aku tengah di rumah kakakku saat itu. tak ada yang lebih menggembirakanku selain melihat keluargaku selamat dan sentausa. di balik derai-derai tawa kami, aku teringat pada mama dan papa. sampai saat ini mereka belum pernah mendapat kesempatan ke luar negeri. jangankan ke luar negeri, berpakansi ke dalam negeri pun masih bisa dihitung dengan jari. terlalu keras bekerja untuk anak-anaknya; terlalu berhemat untuk anak-anaknya.

untuk yang belum mengenalku, kami bukanlah keluarga yang berada, meskipun tidak bisa dibilang kekurangan. papaku adalah pekerja di pabrik baja yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun tanpa pernah mempunyai anak buah. mamaku berdagang kecil-kecilan dan menjadi semakin kecil karena sakit-sakitan. dengan kekuatan ekonomi seperti itu, mereka harus menanggung dua anaknya yg pemalas dan manja sampai lulus kuliah. ingat betul masa di mana kakakku dan aku sama-sama di perguruan tinggi. kakakku belum selesai skripsinya sementara aku sudah masuk kuliah. pada saat yang sama mamaku terus menerus didera sakit dan membutuhkan perhatian kelas profesor. dalam sakitnya, mama memutuskan tak mengambil pembantu dan melakukan segala pekerjaan rumah tangga sendiri. papa bekerja lembur tiap hari dan bahkan akhir pekan. beliau juga masih membantu mama di pagi hari. tak membeli sepotong baju pun sepanjang tahun. dan kami kakak-beradik tetap melanjutkan hidup kami yang nyaman dan berkelimpahan.

mama dan papa masih tetap bekerja terlalu keras dan terlalu berhemat sampai sekarang, saat kami sudah bekerja dan mandiri. aku sering gusar ketika menemukan mereka menabung sedikit uang yang kuberikan di awal bulan. padahal aku ingin mereka menggunakannya untuk bersenang-senang. have fun, ole people! lebih gusar campur haru saat mengetahui mereka menabungnya untuk persiapanku berkeluarga nanti.

ingatan semacam itulah melukaiku saat tertawa bersama kakak dan kakak iparku merencanakan kegiatan mereka di thailand. aku juga ingat suatu waktu aku pernah berjanji ke mama untuk membawanya ke thailand menjemput divina, kawan luka remaja, jika dia selesai sekolah. rencana dengan divina berjalan dengan buruk karena kacaunya kehidupanku waktu itu, namun tak menguburkan keinginanku untuk menjadikannya nyata buat mama.

aku meminta kakak dan kakak iparku mengajak mama dan papa (kalau mau, sebab cita-cita terbesarnya adalah ke singapura, menyeberangi pasifik dengan kapal pesiar, bekerja sebagai tukang cuci piring di amerika jika pensiunnya tiba…hehehe). kebetulan keadaan semakin baik. bisnis kutil yang baru kutekuni mulai menunjukkan hasil yang cukup lumayan. kakak dan kakak iparku senang sekali dengan ide itu.

tak bisa kulukiskan perasaanku saat melihat mama begitu antusias mendengarnya kemarin siang. mama seperti anak dusun yang akan diajak melihat ibukota. tak bisa tidur. minta paspor yg paling cepat jadi. sibuk mencari koper. minta di antar ke dr agus untuk periksa kesehatan meski tak ada yang minta. indulgence, mom! that’s the clearest symptom of life.

sementara papa memilih tak ikut dan tetap membangun mimpinya tentang singapura, pasifik, dan amerika. hang on tight, pop…

in love w/ humankind

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/13/2008

“Oh, if only you knew yourselves! You are souls; you are Gods. If ever I feel like blaspheming, it; is when I call you man.”

Swamiji

sketsa2 dini u/ catatan2 perbaikan

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/08/2008

Ada yang memberitahuku di depan wastafel untuk hidup hari ini. Sendok kopi di mug pagi ini akan menentukan liputan selimut siang. Ini tentu kau tahu. Tak sulit memahaminya. Namun bagaimana mungkin kaleng bir pagi ini menentukan parasetamol kemarin siang? Ada yang memberitahuku dekat jemuran. Jika aku berhasil pagi ini, kegagalan kemarin akan menjadi awal yg cocok bagi sebuah cerita kejayaan. Pun yang berlalu tak kebal dengan perubahan. Hanya dengan hidup hari ini, sayang.

***
Kuangkat tubuhku ke Amore untuk melakukan urusan purba ini dengan lebih baik. Susah payah kukendalikan motor pincang ini. Tiga kali sudah rawat inap di bengkel hanya untuk mengeluh kembali. Untuk pertama kali kupikirkan dia yang duduk di belakangku. Tak ada yang meremukkanku di jalan ini selain gigitan di bahuku. Mungkin jaket ini mengingatkanmu pada permen coklat. Mungkin kau terlalu lapar setelah percakapan-percakapan sebelumnya. Sementara hidup masih berkisar pada tanggal 27 setiap akhir bulan. Sementara aku hanya mampu membeli dua botol air mineral untuk busa-berbusa kita. Setengah untukmu, satu setengah untukku sendiri, tapi. Aku sudah lelah jadi borjuis kecil.

***
Dan untuk apa kita sore ini berebut kursi di pojok Amore? Untuk bercakap-cakap kembali. Demi semesta, sudah tiga tahun ini aku merasa demikian tua. Mungkin perasaan tuamu sedikit lebih muda. Satu persatu gigi mulai ditambal atau tanggal. Rambut perak sudah pelan-pelan bergeser ke tengah. Koloni jeruk bersimaharaja di muka, lengan, perut, dan paha. Dan debar-mendebarkan tak lagi menjadi kegiatan utama. Tak semudah dulu. Tak sekuat kapan hari. Tak semenarik tempo lalu. Ada yang mengingatku pada Satu dan Dua di drama haru Tennessee, yang tak mampu membayangkan esok hari, apalagi melewatinya. Meski tahu, mata segar itu selalu mempermainkan waktu maju. Mintalah buku menu dan kembalikan korek apiku.

Untuk dilanjutkan…

:D

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/06/2008

jika kegembiraan bisa dipecah-pecah seperti roti, aku akan memberimu satu plastik remah-remah. ingin mencium mama. mencium kakak. memeluk papa. memeluk kakak ipar. melempar keponakan ke udara. meninju lengan kawan-kawan. ah, inilah yang selalu kutakutkan. bukan jalan yang terlalu jauh. bukan elevator yang naik-turun tanpa henti. sekedar gentar membayangkan hadiah melawat seperti guruh. sudah siapkah aku jika masanya tiba?

jagad pramudita, kegembiraan tak pernah mau menunggu. sekeras rajukannya untuk berangkat lebih dini. malu aku, mengenang masa-masa merajuk pada sudut-sudut ingatan. tak pernah curiga, bahwa masa lalu pun bisa memberi hal yang baik. terima kasih untuk tetap mengingat, meski sering kali itu berarti menderita. tapi apalah artinya jika dibanding teriakan akhir ke udara?

pada akhirnya, tak ada yang sungguh-sungguh berakhir.

hal2 menyegarkan di tengah pekan

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 07/03/2008


buka gas agak besar minggu-minggu ini. sudah tak banyak waktu lagi. selain itu situasi sudah lebih membaik dan cukup menjanjikan dengan adanya kesempatan untuk membuat tata kelola organisasi baru. kinerja organisasi yang lemah adalah satu dari sekian banyak masalah yang ada. kesempatan untuk membuat tata kelola organisasi baru memang bisa terlihat sebagai pemborosan baru di jurusan yang terus merugi. namun pemborosan hanya terjadi jika tata kelola organisasi yang baru ini tak membawa perbaikan. jika membawa dampak yang positif, ini adalah pemberdayaan.

aku tak sedang bermain-main dengan terma-terma manajemen di sini. yang pertama, perubahan harus dilakukan dengan terencana dan tidak reaktif. menunggu jurusan membaik, akumulasi kebutuhan, dan baru merubah tata kelola organisasi. ini harus dibalik. buatkan tata kelola organisasi baru, dorong semua bidang untuk menciptakan kebutuhan, hela semua untuk memikirkan perbaikan jurusan. selain itu, fakta awal menunjukkan bahwa pemberdayaan ini adalah hal yang niscaya. paling tidak tata kelola baru ini telah membawa angin segar pada situasi kerja di jurusan yang sesak ini. muncul kegairahan baru, sekecil apapun, yang sudah lama hilang. mungkin karena pelibatan lebih banyak orang dan pemikirannya dalam penyelamatan jurusan.

ke depan akan ada empat kabid yaitu sastra, linguistik, budaya dan skill courses. masing-masing dari kabid akan membawahi koordinator mk dan kepala lab yang relevan. ini adalah formasi ideal yang sudah lama dicita-citakan namun selalu terbentur masalah sumber daya manusia, terutama skill courses. padahal skill courses suka tidak suka masih merupakan andalan marketing dan promosi kita. kebanyakan mungkin enggan untuk membawahi skill courses karena harus membawahi lebih banyak koordinator dan, dus, berurusan dengan lebih banyak orang, hal paling mendebarkan di jurusan ini. dan pada rakor jurusan, seperti yang telah diantisipasi, deadlock kembali terjadi ketika sampai pada masalah klasik ini. aku meminta waktu beberapa hari di luar rapat untuk mengadakan pendekatan kepada sang kandidat. bersyukur tengah hari kemarin, setelah pembicaraan yang baik, sang kandidat bersedia untuk mengemban tugas sulit ini. samudera terima kasih.

selain tata kelola organisasi, jurusan juga tengah memikirkan pengaturan beban dosen untuk menghadapi semester depan. berkurangnya mahasiswa menyebabkan berkurangnya jumlah kelas yang ditawarkan. ini pada gilirannya menuntut jurusan untuk mengurangi pemakaian dosen luar biasa dan melakukan optimalisasi peran dosen tetap. hal yang pertama membawa kepuyengannya sendiri namun telah disepakati mekanismenya. hal kedua membutuhkan perhatian yang tak sedikit sebab ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. ada tiga solusi yang kusampaikan. pertama, jurusan akan menyelenggarakan pengaturan beban secara dini (sebelum penawaran kelas), akurat (berbasis data), dan komprehensif (memperhatikan semua sektor kerja, internal & eksternal). oleh karena itu jurusan sekarang sudah menyebarkan ‘form prediksi beban kerja’ yang harus dikembalikan minggu depan. kedua, perangkapan jabatan oleh pejabat struktural harus diminimalisir. jabatan-jabatan yang ditinggal bisa diisi oleh dosen tetap yang mengalami pengurangan beban. ketiga, jurusan harus memikirkan terobosan-terobosan baru seperti membuka program khusus, melakukan penelitian, dan lain-lain.

pagi ini aku dan mei bertemu untuk membicarakan markom kita. belum selesai namun kami merasa tengah berada di alur pemikiran yang tepat dan mulai memahami masalah dan penyelesaiannya. semoga. satu bumi merah, jangan patah, sampai sang tiran menyerah!