Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

kunjungan penting orang penting ke kantor penting

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/31/2008

akhirnya beberapa hari yang lalu aku mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal yang betul-betul penting. yang pertama adalah mengurus tambah daya listrik ke pln krian. kami berniat menaikkan kelas hunian kami dari golongan miskin (900) ke golongan cukup miskin (1300). dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab, aku mengemban tugas berat ini. pagi-pagi sebelum ngantor, aku menyempatkan diri mampir ke kantor pln krian.

bagi yang belum cukup beruntung mendapatkan kesempatan mengunjungi democratic people’s republic of krian, aku ingin memberi sedikit ancar-ancar lokasi situs strategik ini. kantor pln cukup mudah di akses dari manapun juga. yang perlu dilakukan hanyalah menemukan perempatan krian yang legendaris itu. dari situ pilihlah jalan ke arah mojosari/pacet dan melajulah sekitar 200 meter-an. kantor pln krian ada di sebelah kanan jalan. di samping kanan kantor pln terdapat smp katolik santo yustinus de yacobis. di seberangnya adalah sd katolik yang aku tak tahu namanya. sebelah kiri jauh adalah pasar sapi krian yang konon dibangun atas bantuan bank dunia. di sebelah belakangnya hanya tuhan yang tahu. ancar-ancar ini sungguh demikian penting untuk diberikan. selalu ada kemungkinan seseorang membayar listrik di pasar sapi dan membeli daging di kantor pln. apalagi memasukkan anak sekolah di kantor pln atau di pasar sapi.

okay, sesampainya di kantor pln aku memarkir motorku di parkiran yang disediakan secara gratis. hal-hal yang gratis selalu penting untuk dicatat. anyway, kantor pln ini berupa kumpulan beberapa gedung terpisah. yang sempat aku ingat adalah gedung pengaduan teknis dan gedung layanan. yang layanan yang paling mewah pokoknya. di dalamnya terdapat lajur pembayaran tagihan dan lajur pendaftaran dan tambah daya. dan sebagai orang yang IQ-nya di atas dua digit tentu saja aku menuju lajur yang kedua. ini penting untuk ditegaskan.

tak seperti lajur pembayaran tagihan yang digawangi oleh mbak-mbak yang cantik jelita, lajur pendaftaran dan tambah daya ditunggu oleh seorang ibu yang bijaksana. silakan membacanya sendiri dengan teori-teori konspirasi yang kalian sukai. bagiku sendiri ini konspirasi melawan perjaka baik-baik. lepas dari itu, ibu tambah daya ini adalah petugas pln yang baik. beliau menerangkan dengan jelas dan ringkas, plus permisi sekitar 3 menit ke toilet. aku belum menemukan hubungan antara kehadiranku dengan keinginan beliau ke toilet. yang pasti semuanya beres.

hal-hal penting yang perlu diperhatikan bagi kalian yang ingin menambah daya listrik dari 900 ke 1300 adalah sebagai berikut:

1. catat stand meter (angka atas) dan mark meter (angka bawah) meteran kalian.
2. bawa bukti pembayaran rekening bulan terakhir
3. bayar rp 215.000
4. tunggu kunjungan petugas penambah daya selama 2-3 hari kerja
5. berdoa tentu lebih baik

remah2 minggu lalu

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/28/2008

seminar rafilus berjalan dengan baik. sangat baik, bahkan, jika aku boleh membandingkan dengan yang sudah-sudah. tidak hanya soal peserta yang mencapai 260-an orang, tapi ini kali pertama banyak bapak-ibu dosen yang terlibat baik langsung maupun tidak. ini tentu saja bisa jadi modal awal untuk kerja-kerja prodi selanjutnya. selain itu, kerjasama dalam panitia terbilang kompak dan menyenangkan. salut untuk kawan-kawan mahasiswa yang sudah berdarah-darah membantu meskipun pada saat yang sama harus bersitatap dengan uts. yang terakhir, penampilan dari dosen internal sangat membanggakan dan, jika boleh sedikit mbencongi, mengharukan. melalui penampilan beliau, seolah-olah kami ingin memberitahu dunia bahwa kami sungguh belum habis.

belum habis rasa senang kami di senin pagi, kami sudah tersungkur sekali lagi oleh sebuah kabar baik. dua mahasiswa kami menggondol juara pertama dan kedua lomba penulisan esai yang diselenggarakan oleh persaudaraan indonesia-tionghoa dalam menyambut sumpah Pemuda 2008. kedua mahasiswa tersebut adalah:

1. andreas tok, dengan esai “dari kbbi sampai ke bali”
2. yusak l. ramagit setiawan, dengan esai “menelaah pengibaran bendera merah
putih terbalik”

berita selengkapnya bisa dilihat di jawa pos (27/10), metropolis, hal. 40.

sebagai tembang penutup…halah…lha koq jadi kaya stasiun dangdut…okay, okay, akhirnya, untuk memuliakan hasil kebersamaan ini, izinkanlah tuan dewey setiawan memutilasi sajak “sama rata, sama rasa” dari kamerad marco kartodikromo:

kami berniat berdjalan teroes,
tetapi kami berasa aoes,
adapoen penharapan ta’ poetoes,
kaloe perloe boleh sampe mampoes.

djalan jang koetoedjoe amat panas,
banjak doeri poen anginnja keras,
tali-tali mesti kami tatas,
palang-palang djoega kami papas,

soepaja djalannja SAMA RATA,
jang berdjalan poen SAMA me RASA,
enak dan senang bersama-sama,
ja’toe: “SAMA RATA, SAMA RASA”

Seminar Sastra: Membaca Surealisme Budi Darma dalam Rafilus

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/20/2008

Program Studi Sastra Inggris UK Petra bekerjasama dengan Penerbit Jalasutra akan menyelenggarakan ”Seminar Sastra: Membaca Surealisme Budi Darma dalam Rafilus” pada hari Jum’at, 24 Oktober 2008, 13.30-15.30, AVT 502, UK Petra. Seminar ini akan membahas “Rafilus”, sebuah karya surealis dan unik dari Budi Darma, dengan pendekatan yang berbeda-beda.

Selain sang penulis sendiri, seminar ini akan menampilkan Prof. Dr. Fabiola D. Kurnia (Unesa), Audifax (SMART Human Research & Psychological Development), dan Satya Limanta (UK Petra). Diskusi akan dipandu oleh Lan Fang (penulis). Acara akan ditutup dengan penandatanganan buku oleh Budi Darma.

Contact Person: Magda, 0817319257

ode u/ bhoezoek (kedua)

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/19/2008

okay, lanjut. tak ada hujan, tak ada angin, beberapa sore lalu persis sesudah mandi aku tiba-tiba amat sangat ingin menemui bhoezoek. aku bahkan tak merasa perlu untuk meneleponnya dulu. langsung saja kukeluarkan kuda hitamku (halah) dan memacunya ke jalan sidoarjo. cukup banyak perubahan sepanjang jalan ini. semakin banyak toko dan warung sepanjang jalan (ya, bapa, jika bukan bangsa manufaktur, jadikan kami setidaknya bangsa pedagang). sempat kulihat beberapa mini mart sepanjang jalan. sekarang juga sudah ada perumahan dekat stm krian.

bhoezoek tengah bermain gitar di teras rumah dengan dikelilingi beberapa remaja. ah, belum berubah juga kawanku ini. dari dulu kami suka membuat anak-anak tanggung terpana dengan beberapa permainan gitar canggih yang kami hafal di luar kepala. tapi ya cuma itu-itu saja. kalau giliran mengiringi lagu betulan, kami langsung tak berdaya. kami dulu suka mengolok-olok diri kami sendiri: kami ini bukan bermain gitar, tapi akrobat…hehehe.

dia kelihatan senang sekali waktu melihatku. seisi rumah dipanggilnya. perasaanku tak kalah gembiranya. tak lama kemudian aku sudah beramah-tamah dengan ibu dan istrinya. yang membuatku merasa begitu buruk adalah saat dia memperkenalkanku pada seorang gadis mungil. anaknya. aku bahkan tak tahu jika kawan baikku sudah mempunyai anak sebesar ini.

usai dengan ramah-tamah, bhoezoek langsung memberiku gitar dan kami meneruskan misinya membuat anak-anak remaja itu terpana. permainan yang sama. setelah anak-anak itu menutup mulutnya, bhoezoek membubarkan mereka. kami meneruskan pertemuan ini dengan pergi ke warung kopi tak jauh dari rumahnya. lha kok sama pemilik warungnya malah diberi gitar. mungkin sudah hafal dengan kebiasaan bhoeozoek. ya sudah. kami mengulangi akrobat kami sekali lagi. kali ini kami juga menyanyikan beberapa lagu yang kami suka dahulu. aku tak tega menuliskan judulnya di sini. tentang cinta-cinta gitulah.

di sela-sela lagu, kami berbicara tentang ini-itu. tentang pekerjaan kami, tentu saja. topik yang satu ini tak bisa tak muncul setelah selesai kuliah. dulu katanya sempat bekerja di perusahaan elpiji di semarang sebelum disingkirkan kawannya sendiri. bhoeozoek sekarang tengah menekuni bisnis plastik di tropodo. setelah pekerjaan, topik bergeser ke kawan-kawan lama kami. si ini sekarang di sini. si ana sekarang di sana. si ini sudah nikah dengan si anu. si ani sudah cerai dengan si ina. seperti biasa, aku jadi ingat kalau aku sudah cukup berumur…hehehe. hidup tak tahu diri!

setelah itu bhoezoek mulai membawa kami ke topik yang menarik: perjalanan spiritual. jauh dari sangkaan beberapa kawan, sebenarnya aku suka sekali mendengar dan berbicara tentang spiritualitas. mungkin sulit dipercaya juga jika aku katakan bahwa sejak 2-3 tahun yang lalu aku cukup tertarik mempelajari tentang hal ini. tak ada yang gawat darinya jika kita melihatnya sebagai bagian integral dari kemanusiaan kita. wajar sekali. bikin hidup lebih hidup gitulah. okay, back to bhooezoek, dia bercerita tentang pertemuannya dengan seorang kyai eksentrik. sebelum bekerja di semarang, dia sempat mengikuti sang kyai berkeliling nusantara. soal ajarannya, aku tak begitu menangkap penjelasan bhoezoek. mungkin terlalu tinggi untuk aku.

aku pulang tepat pukul 10 malam. seperti dulu juga.

ode u/ bhoezoek (pertama)

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/17/2008

cukup jarang aku bercerita di sini tentang orang-orang baik yang karena satu dan lain hal pernah dan tengah menjadi bagian dari hidupku yang hebat…halah…hehe. yang jelas ini dikarenakan aku lebih suka melihat ke dalam (baca: narsis dan self-pitiying dalam paduan yang menarik) dibanding ke luar. kemungkinan yang lain adalah saat aku mulai melakukan kegiatan tidak penting seperti blogging ini sudah tak banyak lagi orang-orang dekat di sekitarku. tambah umur, tambah susah berkawan dengan brutal dan membabibuta. ah, zaman itu…

salah satu dari begitu banyak kawanku dari zaman yang baik adalah bhoezoek. ya, busuk. dengan bangga kuberitahukan bahwa aku lah yang memberikan nama yang cukup melegenda di sma dan krian pada umumnya. nama itu sendiri adalah semacam penghormatan terhadap bau kaki kawan baikku ini. bukannya tersinggung, bhoezoek malah mengadopsi nama ini secara resmi sehingga hampir-hampir sudah tak ada lagi yang mengingat nama aslinya kecuali ibu dan bapaknya.

dengan bhoezoek lah aku menghabiskan sebagian besar masa sma-ku dulu baik di sekolah maupun di rumah. bhoezoek lah yang selalu menemaniku setiap kali aku keluar rumah untuk meredam adrenalinku yang kelewat tinggi. bhoezoek juga yang selalu menemaniku setiap bolos les atau sekolah dan memilih berceramah di warung kopi. bhoezoek juga yang menemaniku waktu apel pertama kali hehe. bhoezoek juga yang selalu menemaniku kalau aku tak bisa apel karena sesuatu dan lain hal. seringkali aku mempersingkat waktu apel supaya aku bisa mengajak bhoezoek ngopi…hehe. tak terhitung berapa kali bhoezoek tidur di rumahku. bhoeozoek juga yang mengimbangi kecintaanku kepada musik. tapi bhoezoek juga yang mendampingi kepayahanku dalam hal bakat bermusik hehe.

saat masa sma lewat, kami meneruskan di kampus yang berbeda. kami masih sering menghabiskan waktu bersama-sama meskipun sudah tak sekerap masa sma. kami mulai jarang bertemu lagi di akhir kuliah. aku tak ingat persis karena apa. mungkin karena aku sudah mulai congkak dan sudah larut dalam pergaulan urban dengan segala gegap-gempitanya. mungkin juga bhoezoek juga sudah menemukan keasyikan tersendiri dengan kawan-kawan barunya.

hubungan kami putus sama sekali saat aku mencari masalah di negeri budha (perhatikan ironinya). namun menurut laporan mama, bhoezoek tak pernah lupa berkunjung ke rumah setiap lebaran meskipun aku tak ada di rumah. ini yang membuatku malu. terus terang aku hampir-hampir tak pernah mengingatnya lagi. ini terus berlanjut saat aku sudah kembali dan mulai bekerja. kalaupun bertemu di warung kopi aku hanya sekedar mengakui keberadaannya. tak pernah lebih dari itu. terakhir aku bertemu dengannya adalah saat dia menikah. jika aku masih mengingat ini, itu bukan karena aku memang betul-betul memperhatikannya. kebetulan malam itu aku baru pulang ngapel ke salah satu orang yang paling rupawan di surabaya. jadi aku mau tak mau pasti ingat malam itu hahaha. aku bisa memberikan sembilan ratus sembilan puluh sembilan alasan. kenyataannya aku melupakan orang baik ini dan justru memperhatikan mereka yg tidak baik. bumi manusia. jagad pramudita. jagad dewa batara.

(bersambung)

Indonesian Flag Ceremony Protocol*

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/15/2008

The flag ceremony is about to begin

1. Preparation
2. The Commander of Ceremony advances to the field
3. All salute to the Commander of Ceremony
4. Report to the Commander of Ceremony
5. The Inspector of Ceremony advances to the field
6. All salute to the Inspector of Ceremony led by the Commander of Ceremony
7. The Commander’s report to the Inspector
8. Presentation of the Red & White accompanied by Indonesia Raya
9. Moment of Silence led by the Inspector of Ceremony
10. Recital of the Preambule of the 1945 Constitution
11. Recital of Pancasila led by the Inspector of Ceremony and followed by the audience
12. Speech by the Inspector of Ceremony, the audience stands at ease
13. Singing Satu Nusa Satu Bangsa
14. Prayer
15. The Commander’s report to the Inspector that the ceremony is done
16. All salute to the Inspector of Ceremony
17. The Inspector of Ceremony retires, followed by the teachers
18. All salute to the Commander of Ceremony
19. The Commander of Ceremony retires
20. The audience is dismissed

* pengabdian masyarakat untuk sdn siwalankerto 2. hadoh, mumet nerjemahinnya. agak asal hahaha. mudah-mudahan ngga kena pasal makar nech…hehehe. merdeka!

iklan

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/10/2008

ada yang ingin bunuh diri setiap ngelihat iklan pertamina untuk bulan puasa & hari raya? jika anda salah satunya, selamat. anda adalah orang baik-baik…hehe

bahwa bapak yang di atas mobil bentak-bentak mas pom bensinnya, aku tak bisa tak sepakat. kalau aku yang jadi bapak itu, mungkin bukan sekedar aku bentak, tapi sudah aku hajar secara militer hehehe. bukannya meremehkan orang kecil. bukannya tak menghargai kesopanan. tapi sopannya itu loch…hadoh…too much, bhuoss! suaranya pake dilembut-lembutin. tangannya pake ditangkup-tangkupin. pake nunduk-nunduk kaya tabik zaman kompeni. halah. jadi kaya menjilat. degrading…hahaha.

yang lumayan aku suka itu yang iklan ramadhan di bengkel. itu loch yang ada suami ngetext istrinya ngga bisa ikut buka karena masih ada pelanggan di bengkel. terus pas udah mau narik rolling door ada bapak tua datang dengan motor yang rantainya putus. terus bagi kolak dengan bapaknya waktu dengar adzan. lumayan menyentuh tanpa perlu banyak mulut. menunjukkan hormat tanpa menjilat.

lepas dari iklan dengan tema ramadhan, yang paling aku suka itu iklan sms primbon. mengesalkan tapi orisinil…hihihi. sang paranormal muncul dan mendekati seorang pemuda. terus ngomong kira-kira gini:

“kamu belum kawin, to? kerjaan ngga jelas. hidup nggak teratur”

huahaha. nggapleki pol. tapi ya itu…unik. ndeso tapi percaya diri.

hail dono & kartolo!

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 10/02/2008

kadang-kadang aku suka bertanya kapankah bangsa ini bisa terbebas dari pesona trio warkop dki. hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, koq ya masih okay saja di urat ketawa kita. sudah puluhan lebaran dan natal, koq ya rasanya belum spiritual benar kalau tak bertemu mereka di tivi. begitu banyak hiburan baru lain di channel canggih, koq ya tega mengabaikan semua dan memilih channel kampungan yang biasa menayangkan film mereka.

tentu saja akan selalu ada orang serius yang berkata film warkop tak lucu. tentu saja akan selalu ada orang hebat yang berkata film mereka tak bermutu. tentu saja akan ada orang suci yang mengatakan film mereka hanya mengumbar nafsu (jadi kangen ke eva arnaz & sally marcellina nech hahaha). yach, gimana ya…mungkin kehidupan terlalu lama melukai mereka hahaha.

satu-satunya yang bisa menandingi pesona mereka di kepala kita yang kebetulan tinggal kawasan arek ya cuma ludruk sawunggaling. hmmm, ngga tahu ya? kartolo dan kawan-kawan itu loch. diputar tiap hari di sunatan, mantenan, radio, tape, komputer (terpujilah yang memindahkannya ke format mp3) koq ya masih bisa bikin kita ngakak-ngakan ngga berhenti. padahal ya sudah hafal luar kepala loch kalimat-kalimatnya.

aku meramalkan…halah…sebenarnya kita bisa melihat bersama bahwa kedua hiburan populer itu akan atau bahkan tengah menjadi karya klasik dunia kesenian indonesia dan jawa timur. sejarah akan berulang. yang populer namun diremehkan di zamannya akan menjadi karya klasik yang diadiluhungkan di zaman selanjutnya. wah, bagus lah pokoknya.

wong ndeso sedunia, bersatulah!