Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

soal rambut

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/11/2009


jika kalian merasa tiba-tiba mengalami waktu yang buruk, tiba-tiba semua urusan jadi lebih kacau dari biasanya, sementara setelah penilaian obyektif tak ada yang benar-benar menyerang atau menyabotase kalian, mungkin sudah waktunya untuk potong rambut. ah, bukannya aku tak pernah mengalami ini sebelumnya. aku hanya tak pernah meluangkan waktu untuk memikirkannya, karenanya, tak menemukan pola atau mencurigainya. dan kubutuhkan waktu sekitar 29 tahun hanya untuk menyadari hal konyol semacam ini.

senang sekali bisa bertemu dengan tukang potong rambut langgananku di depan balai desa setelah hampir dua bulan. kumisnya masih selebat hutan amazon. genitnya masih tak tertolong. stasiun radio favoritnya belum juga berubah. pertanyaannya juga sama dan sudah kujawab puluhan kali. cerita tentang anaknya yang paling besar yang diterima kerja di giant. tentang anak bungsunya yang gemuk dan suka jajan pluntir. sudah lama aku meninggalkan perasaan diistemawakan. dia pasti sudah menghafalnya dan sudah menyampaikannya ke ribuan orang. dedikasi total untuk sebuah profesi. pemahaman yang dalam akan industri jasa. untuk itu aku sangat mengaguminya dan merelakan diri melewatinya sekali lagi.

kali ini dia bahkan memberikan bonus. dengan kegenitan yang jantan. dengan kejantanan yang genit. menjanjikanku resep tahan lama dan cepat punya anak jika sudah menikah nanti. dengan gaya tukang obat yang sudah kuhafal, dia mengatakan bahwa ini sangat rahasia dan hanya bisa diberikannya saat aku sudah menikah nanti. jika tidak, bisa berbahaya. oh, kenapa teknik sok rahasia ini lagi? mungkin dia tak percaya dengan senyumku. dia lalu menyebut nama salah satu kawanku yang telah membuktikan keampuhan resepnya. memang kawanku itu baru saja punya anak. aku menggigil menahan tawa. bukan menertawakannya. aku cuma jadi merasa tahu rahasia konyol kawanku yang kebetulan sangat menjaga wibawanya.

aku pulang dengan kelegaan. tentu saja karena potong rambut itu sendiri. selain itu karena silaturahmi. bukan soal resep itu tadi.

novel dengan huruf kecil

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/08/2009

hadoh. lama ngga ngeblog jadi capek-capek nech…hehehe. akhir-akhir ini lebih sering katarsis (halah) bersama si pie. padahal kalo dilihat dari kegiatannnya yach…ngga penting-penting amat. paling kalo ngga nelpon ya jalan-jalan bentar mencari hujan (btw, texting sudah ngga semenarik dulu. paling untuk mengisi waktu antara satu telpon ke telpon selanjut. istilahnya pance f. pondaag, cuma “sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara”. hahaha). seperti aku bilang sebelumnya settingnya ngga terlalu penting lah. mau di gunung, lembah, warung, teater, pesta, facebook, ym, dan seterusnya, ngga masalah. yang penting tokoh dan plotnya…hehehe. seberapa meriah diri kami. we are the party! selain itu juga seberapa sering kami perang-perangan. kalau perlu kami yang harus menciptakan konflik sendiri (hang on tight, pie…hahaha).

ah, hidup memang tak ubahnya sebuah novel yang seru. hanya dengan lebih banyak bagian yang membosankan. tapi ini pun perlu. untuk pengendapan. untuk perencanaan. untuk mengendurkan kabel-kabel dekat kepala. selain itu, dalam hidup ini sang tokoh bisa dan seharusnya menjadi penulis ceritanya sendiri. ini bukan ilusi kebebasan. aku tahu tentang betapa terbatasnya pilihan. namun pada akhirnya aku lah yang memilih. kebebasan dalam keterbatasan. halah. hehehe. dan aku selalu berusaha untuk memilih. jika aku tak memilih, seseorang akan melakukannya. dan orang secongkak aku terlalu sulit untuk menerimanya. hahaha.

suatu hari aku ingin menulis seperti ini:

ini cerita pembangun sebuah dinasti
dan kerap kali dia tulis sendiri