Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

ya, bapa, aku demikian biasa

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 09/18/2010

beberapa semester yang lalu aku menyadari aku tak pernah dan mungkin tak akan pernah sampai pada keadaan di mana aku tak bisa melewatkan hari tanpa menulis. sambil menghibur diri kukatakan, jika aku tak menulis, aku harus melakukan sesuatu yang layak ditulis. tak berapa lama kemudian aku menjadi demikian sibuk. namun aku juga harus mengakui aku tak pernah sampai pada keadaan di mana aku tak bisa melewatkan hari tanpa melakukan sesuatu. pada dasarnya aku masih menyimpan kemampuan laten untuk bermalas-malasan.

di waktu senggang yang terkutuk, aku dapat merasa cemburu dengan mereka. cemburu kepada mereka yang tiba-tiba sudah memiliki tujuan dan peta di tangannya begitu saja. sementara bahkan di detik ini aku curiga bahwa sebenarnya aku masih berputar-putar di perempatan. tak seperti yang kukhotbahkan, aku tak terlalu tahan dengan ketidakjelasan dan begitu menyembah jawaban. ya, bapa, aku demikian biasa.

tiba-tiba aku berfikir bahwa, mungkin, hidup ini tak ubahnya dengan rantai makanan di perusahaan. semakin ke bawah semakin jelas nasibnya dan apa yang harus dilakukan. bahwa semakin ke atas semakin penuh pertanyaan. tiba-tiba aku menempatkan diriku sendiri di atas. di tempat yang sepi itu. di tempat orang-orang terpilih bergulat dengan pertanyaan besar, seperti arah perusahaan. tapi, ya, tuhan, aku demikian biasa. lebih suka menghibur diri dibanding merumuskan.