Jurnal Pembangun Sebuah Dinasti

Sampai Sang Tiran Menyerah

Posted in Uncategorized by dewey setiawan on 02/18/2015

Sebagai demonstran goblok dan lebih banyak ikut2an, saya ingat dulu senior2 saya yang pintar dan karismatik sering berteriak lantang di depan gedung2 pemerintahan: “satu bumi merah/jangan patah/sampai sang tiran menyerah!” Saya tidak tahu siapa yang menciptakan slogan ini. Pasti orang pintar juga. Tapi saya sangat senang mendengarnya. Ada yang puitik dalam slogan ini, ada yang bergelora juga. Apalagi masa2 itu sering hujan. Pas sekali di hati.

Saya tidak pernah lupa slogan ini dan semacam mengimaninya sampai sekarang. Usaha menciptakan hidup yang lebih baik di republik ini tidak berakhir dengan memilih Orang Solo dan tidak memilih Sang Jenderal. Tirani pencolengan belum menyerah dan tampaknya masih lama juga. Mungkin kita kalah modal dan jaringan. Yang penting jangan sampai kalah nafas. Terus bangkit dan memukul lagi, kawan2.

Satu bumi merah/jangan patah/sampai sang tiran menyerah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: